TPN Ganjar-Mahfud Sebut ESG hingga Sustainability Living Butuh Kepastian Hukum
JAKARTA, Investortrust.id - Jelang debat keempat rangkaian Pilpres 2024 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud optimistis cawapres nomor urut 03 dapat menguasai tema perdebatan meskipun membahas perihal isu lingkungan. Salah satunya menyangkut isu environment, social and governance (ESG).
"Kalau kita bicara environmental, social and governance ketiga-tiganya membutuhkan kepastian hukum dan payung hukum. Disitulah peran Pak Mahfud akan sangat instrumental," ungkap Sekretaris Eksekutif TPN Heru Dewanto kepada Investortrust, di The Convergence Indonesia, Kamis (18/01/2024).
Secara umum menurut Heru, keahlian cawapres nomor urut 03 Mahfud MD sebagai ahli hukum amat membantu untuk dapat menguasai berbagai isu perdebatan.
"Pak Mahfud kan bidangnya hukum. Hukum itu kan ada di semua aspek baik di energi, sustainability living, pangan, hampir semua yang menjadi topik debat besok itu ada aspek hukumnya. Bukan hampir, semua ada aspek hukumnya," ujar Heru.
Baca Juga
Jelang Debat Cawapres, TPN Ganjar-Mahfud Singgung Carbon Storage
Untuk menghadapi debat keempat rangkaian Pilpres pada Minggu (21/01/2024) tidak ada persiapan khusus yang dirumuskan oleh Mahfud MD bersama TPN. Namun Heru Dewanto mengaku TPN Ganjar-Mahfud tetap memiliki berbagai program strategis yang berkaitan dengan tema perdebatan yakni energi, sumber daya alam, sumber daya manusia, pajak karbon, lingkungan hidup dan agraria, serta masyarakat adat.
"Jadi buat Pak Mahfud, apapun temanya itu dia nyaman. Karena semua pasti membutuhkan isu payung hukum di sana. Nah spesifikasinya kita tambahkan sedikit-sedikit. Energi dan lain sebagainya," terang Heru.
Kepada Investortrust, Heru Dewanto membeberkan bahwa pasangan Ganjar-Mahfud memiliki visi yang jelas. Pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja menjadi kesatuan yang tidak dapat dipisahkan oleh pasangan Ganjar-Mahfud.
"Penciptaan lapangan pekerjaan hingga 17 juta. Kemudian target pertumbuhan 7%, yang tidak terlepas dari 17 juta lapangan kerja tadi. Jadi kedua itu saling berkaitan. Kalau pertumbuhannya tidak sebesar itu ya penciptaan lapangan pekerjaan tidak bisa sebesar itu juga," beber Heru.
Ia juga menambahkan capaian tersebut akan dicapai dengan memanfaatkan mesin ekonomi baru yang berasal dari potensi energi, hilirisasi, pangan dan lain-lain.

