Komitmen Menjaga Keanekaragaman Hayati, Agincourt Resources Lepas Bibit Satwa Endemik
Jakarta, Investortrust.id — PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, meneruskan komitmennya untuk menjaga keanekaragaman hayati dengan melepas 3.500 bibit ikan spesies endemik Sumatra Utara, ikan Jurung atau ikan Raja dan 300 kilogram bibit ikan mas. Ikan Jurung atau Ikan Raja merupakan ikan lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena pada jaman dahulu hanya dihidangkan pada pesta mewah kalangan terkemuka atau bangsawan. Kini, PTAR bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan warga setempat di Desa Batu Hula, Batang Toru, Tapanulis Selatan, memperluas lubuk larangan Satahi di Sungai Garoga, Batang Toru. Inisiatif yang sudah mencakup lima desa di Batang Toru ini dirancang untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung kesejahteraan sosial masyarakat setempat.
General Manager Operations & Deputy Director Operations PT Agincourt Resources, Rahmat Lubis, mengatakan perluasan zona lubuk larangan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Perusahaan terhadap perlindungan lingkungan hidup serta menjaga habitat spesies flora dan fauna, termasuk spesies langka dan terancam punah.
Lubuk larangan adalah area tertentu di sungai yang atas kesepakatan masyarakat habitatnya tidak boleh diganggu, termasuk menetapkan larangan mengambil ikan dalam jangka waktu tertentu.
“Inisiatif ini tentu saja bertujuan memastikan kesehatan ekosistem jangka panjang yang penting untuk keseimbangan ekologis dan mitigasi perubahan iklim. Kami berharap inisiatif ini dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan, masyarakat, dan ekonomi lokal,” tutur Rahmat. Hingga akhir 2024, PTAR telah bekerjasama dengan enam desa untuk mengelola lubuk larangan.
Setelah turut melepas ribuan bibit ikan jurung dan ikan mas ke Sungai Garoga Desa Batu Hula, Kepala Dinas Perikanan Tapanuli Selatan Saiful AP Nasution meminta masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai.
“Kami berterima kasih atas komitmen Agincourt Resources dalam menjaga kelestarian sungai dan kelestarian ikan jurung sebagai ikan lokal. Masyarakat pun nantinya akan mendapat manfaat ketika lubuk larangan ini dibuka,” ujar Saiful.
Masyarakat Desa Garoga yang lebih dulu memiliki lubuk larangan telah merasakan manfaatnya. Medio April lalu, saat pembukaan lubuk larangan yang biasanya terjadi 6 bulan sekali, Desa Garoga mendulang Rp25 juta dari penjualan tiket pembukaan lubuk larangan. Rencananya, dana tersebut dimasukkan ke simpanan desa untuk nantinya dibelikan 1 unit ambulans.

