Menteri ESDM Buka Peluang Kolaborasi Percepat Transisi Energi kepada Dunia
PARIS, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjadi pembicara kunci pada International Energy Agency (IEA) Global Summit on People-Centred Clean Energy Transitions.
Dalam kesempatan tersebut Arifin menyampaikan bahwa Indonesia terbuka untuk berbagai peluang kolaborasi untuk capai target transisi energi. Adapun prioritas Pemerintah Indonesia saat ini adalah untuk mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) dan mempensiunkan sumber energi fosil secara bertahap.
Selain itu, Indonesia juga berkomitmen untuk mendukung upaya transisi energi global, dengan menetapkan target reduksi emisi hingga 43% pada 2030. Pemerintah Indonesia kini sedang menyiapkan 2nd Nationally Determined Contribution (NDC) dengan target penurunan emisi yang lebih ambisius.
"Untuk mencapai target tersebut, kami terbuka untuk berkolaborasi dalam hal transfer teknologi, berbagi pengetahuan, dan pembiayaan hijau. Mempercepat pencapaian target sebelum tahun 2060 berarti membutuhkan lebih banyak upaya untuk memobilisasi sumber daya," kata Arifin dalam keterangannya, Sabtu (27/4/2024).
Baca Juga
Menteri ESDM Ajak Perusahaan Belanda Investasi Energi Bersih dan Infrastruktur Listrik
Arifin menegaskan, transisi menuju energi bersih harus mampu memberikan dampak sosial-ekonomi yang positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat dengan memastikan energi terjangkau untuk semua melalui keterlibatan masyarakat yang inklusif.
"Untuk mencapai target NDC yang baru dan memaksimalkan dampak sosial dari transisi energi ramah lingkungan kepada masyarakat, khususnya rumah tangga berpendapatan rendah dan menengah, Pemerintah telah melaksanakan beberapa program untuk mempercepat transisi energi," sebut dia.
Lebih lanjut Arifin memaparkan, salah satu yang dilakukan adalah pengembangan dan peningkatan infrastruktur energi di seluruh penjuru negeri. Selain itu, dilakukan juga pengembangan 130 ribu unit konverter kit untuk nelayan, serta pengembangan sektor pengolahan mineral untuk mendukung pertumbuhan permintaan dari industri kendaraan listrik.
Baca Juga
Pertamina NRE Siap Pasok Energi Bersih Selama Ramadan & Idulfitri
"Pemerintah Indonesia juga melakukan pembangunan sekitar 1 juta jaringan gas kota untuk rumah tangga, dengan target 10 juta jaringan gas kota pada tahun 2030. Juga penyediaan 21 unit biogas komunal untuk akses memasak bersih, penyaluran 2 ribu kompor listrik dan 500 ribu rice cooker pengganti LPG," terang Arifin.
Adapun dari sektor pembangkit listrik, pembangunan 21 unit PLTS hybrid dan diesel yang berkapasitas hampir 3 MWp, pembangunan 62 unit PLTMH dengan kapasitas lebih dari 5 MWp, sekitar 1.000 PLTS untuk elektrifikasi pedesaan dengan kapasitas lebih dari 28 MWp.
"Pemerintah juga menyiapkan berbagai paket insentif untuk konversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi sepeda motor listrik," tutupnya.

