Kadin 'Net Zero' Hub dan KIIC Kolaborasi Percepat Transisi Energi Bersih
Poin Penting
|
KARAWANG, Investortrust.id - Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama mitra strategis menggelar program penguatan kapasitas dekarbonisasi bagi tenant kawasan industri Karawang pada Kamis (9/4/2026), sebagai langkah mempercepat transisi menuju industri rendah karbon dan meningkatkan daya saing global.
IBCSD yang bertindak sebagai sekretariat Kadin Net Zero Hub, bekerja sama dengan Karawang International Industrial City (KIIC), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan World Resources Institute Indonesia (WRI Indonesia).
Kegiatan bertajuk “Road to Net Zero: Penguatan Kapasitas Tenant KIIC dalam Dekarbonisasi” ini menegaskan posisi kawasan industri sebagai motor pertumbuhan ekonomi sekaligus penyumbang signifikan emisi gas rumah kaca. Transformasi menuju industri rendah karbon dinilai tidak hanya sebagai kewajiban lingkungan, tetapi peluang strategis untuk meningkatkan efisiensi dan menarik investasi.
Direktur Eksekutif IBCSD Indah Budiani menyatakan kesiapan industri dalam menghadapi tuntutan keberlanjutan akan menentukan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Baca Juga
Investasi EBT Rp 892 Triliun, Indonesia Bidik 62 GW untuk NZE 2060
“Kawasan industri, seperti KIIC memiliki potensi besar untuk menjadi low-carbon industrial hub. Selain terkait kepatuhan, hal ini dapat menjadi peluang untuk meningkatkan efisiensi, menarik investasi, dan memperkuat daya saing. Namun, dibutuhkan kolaborasi ekosistem yang kuat untuk menciptakan transformasi ini,” kata Indah dikutip Sabtu (11/4/2026).
Chair Kadin Net Zero Hub Elim Sritaba menekankan bahwa dekarbonisasi merupakan proses jangka panjang yang harus dimulai secara bertahap dan terukur. Banyak perusahaan masih menghadapi tantangan dalam menentukan langkah awal serta memahami implikasi biaya dari transformasi tersebut. “Dekarbonisasi bukan agenda jangka pendek, tetapi transformasi fundamental yang harus dimulai dari sekarang,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kadin Net Zero Hub hadir sebagai platform kolaborasi untuk mendampingi perusahaan, mulai dari perhitungan emisi hingga penyusunan strategi yang disesuaikan dengan kapasitas masing-masing.
Melalui forum ini, peserta memperoleh pemahaman praktis terkait perhitungan emisi gas rumah kaca (GRK), yakni emisi yang berasal dari aktivitas industri dan berkontribusi terhadap pemanasan global. Materi yang disampaikan mencakup identifikasi sumber emisi berdasarkan kategori Scope 1, Scope 2, dan Scope 3, serta penyusunan baseline emisi sebagai dasar strategi dekarbonisasi.
Forum ini juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara pemerintah dan pelaku industri untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem transisi menuju ekonomi rendah karbon. Interaksi ini diharapkan dapat mempercepat adopsi praktik industri berkelanjutan di kawasan KIIC.
Baca Juga
Danantara Kawal Ekosistem Baterai Terintegrasi MIND ID di Karawang
Salah satu peserta, perwakilan perusahaan smelter di kawasan KIIC Choti Lusiana, menyampaikan bahwa forum ini memberikan perspektif baru dalam implementasi strategi dekarbonisasi di tingkat perusahaan. Ia mengatakan perusahaan telah memiliki target net zero pada 2030 dari kantor pusat dan saat ini tengah menjalankan berbagai inisiatif untuk mencapainya.
“Pemaparan dalam forum ini sangat insightful, terutama dalam memberikan perspektif dari pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, sehingga membantu kami mendorong implementasi dekarbonisasi secara lebih terarah,” kata Choti.
