Kadin Beberkan Jurus Pengusaha untuk Dukung Transisi Net Zero Emission
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menekankan komitmen pengusaha sektor swasta dalam mendukung transisi net zero emission yang ditargetkan terwujud tahun 2060 mendatang.
Anindya menuturkan, dalam mendukung transisi tersebut, Kadin sejauh ini telah menjalankan tiga program inisiatif.
Pertama, Kadin Net Zero Hub, yang telah membekali lebih dari 80 perusahaan dengan alat untuk berkomitmen pada target berbasis sains. Kedua, ASEAN Alliance on Carbon Markets and Carbon Knowledge Hub, yang telah membuka jalan bagi terbentuknya pasar karbon lintas negara.
Dan ketiga, Kadin Regenerative Forest Business Hub, platform untuk memelopori model bisnis regeneratif.
“Ini bukan sekadar ide di atas kertas, melainkan sudah membentuk proyek, pipeline, dan kemitraan nyata,” kata Anindya dalam sambutannya pada gelaran Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jumat (10/10/2025).
Anindya meyakini, Indonesia memiliki potensi besar apabila berbicara soal transisi energi dan upaya mencapai target net zero emission. Bukan tanpa alasan, ia menyebut Indonesia memiliki potensi yang besar dari keberadaan hutan yang tersebar di dalam negeri.
Baca Juga
Agroforestri Serap 5,6 Juta Pekerja, 8,3 Juta Ha Lahan Didorong Masuk Taksonomi Hijau
Hutan, kata Anindya, merupakan sumber utama dari potensi kredit karbon nasional.
“Perkiraan menunjukkan Indonesia bahkan dapat menghasilkan cukup banyak kredit kehutanan berkualitas tinggi untuk menjadi eksportir bersih, sekitar 13 miliar kredit karbon dari 2024 hingga 2050,” ungkapnya.
Namun meski memiliki potensi yang besar, Anindya menyebut Indonesia tidak bisa melakukan proyek transisi energi sendirian. Atas dasar realita tersebut, Anindya menginisiasi berdirinya Kadin Global Engagement Office (Kadin GEO).
Menurut Anindya, melalui Kadin GEO, para pengusaha lokal berupaya menyatukan platform global, multilateral, dan bilateral di bawah satu atap. Hal ini ia sebut agar dapat menghubungkan perusahaan-perusahaan lokal dengan global.
“Melalui enam pilar tematik, mulai dari iklim dan energi, kesehatan, ekonomi digital, dan lainnya, Kadin GEO mempercepat ekspansi kelompok bisnis Indonesia secara global dan menempatkan Indonesia di pusat rantai pasok dunia,” jelas Anindya.

