DEN Sebut Target Pemanfataan Panas Bumi sebesar 7.239 MW di 2025
JAKARTA, investortrust.id – Dewan Energi Nasional (DEN) telah menyelesaikan finalisasi Panitia Antar Kementerian, konsultasi dengan badan legislatif, dan harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terkait Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kebijakan Energi Nasional (RPP KEN). DEN mengungkapkan, target energi baru dan terbarukan (EBT) di tahun 2025 sebesar 7.239 MW (megawatt).
Anggota DEN Satya W. Yudha memaparkan, asumsi target makro ekonomi di KEN lama sebesar 7-8%, ini tidak sesuai dengan realisasi pertumbuhan ekonomi yang hanya sebesar 5% sampai tahun 2019. Dia juga menyebutkan, penurunan signifikan terjadi pada masa pandemi 2020 sekitar -2,07%.
“Terlebih pada saat pandemi Covid-19 kemarin, pertumbuhan ekonominya sempat menyentuh angka minus dan juga perlambatan di dalam pergerakannya. Walaupun sekarang sudah menginjak di antara 5-6%, maka dengan adanya perubahan pertumbuhan ekonomi di dalam revisi KEN (PP Nomor 79 tahun 2014) pasti akan mengubah semua dimensi-dimensi termasuk dimensi kebutuhan energi ke depannya,” kata Satya dalam Zoom meeting, Senin (15/1/2024).
Baca Juga
Komaidi: Optimalisasi Panas Bumi Dapat Turunkan Emisi GRK sebesar 60% dari Target di 2030
Terkait target EBT dalam Perpres Nomor 22 tahun 2017, panas bumi memiliki capaian target 7.239 MW di tahun 2025 dan 17.546 MW di tahun 2050.
“Lebih tampak antara resources dengan berapa yang sudah kita utilisasi dari beberapa target daripada EBT kita di dalam RUEN yang sama yaitu Perpres 22/2017 bahwa geothermal itu memiliki target 7.239 MW di tahun 2025, jadi perlu lompatan yang luar biasa apabila kita masih mengacu pada RUEN (2017) tersebut,” kata Satya.
Sementara itu, realisasi pasokan energi primer EBT hingga 2022 berada di bawah angka proyeksi KEN. DEN mencatat realisasi EBT hanya sebesar 12,30% dari target 15,69% di tahun 2022. Satya menuturkan, di semester I tahun 2023 realisasi EBT hanya berkisar 12,54% dari target sebesar 17,87%.
Baca Juga
“Di dalam rencana umum energi nasional (RUEN) kita yang sekarang itu target realisasinya 23% di tahun 2025. Walaupun effort yang dilakukan sudah cukup signifikan, namun capaiannya belum seperti yang kita harapkan,” tandasnya.
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di September 2021, potensi geothermal Indonesia mencapai 24 GW (gigawatt), sedangkan realisasi dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) masih 9,6% atau 2.292,63 MW dari total potensinya. Lebih lanjut, Kementerian ESDM menyebutkan, realisasi bauran EBT dari PLTP di semester I-2023 sebesar 2.373,1 MW atau 12,5%.

