Telkom Latih 537 Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo, Kenalkan STEM hingga Teknologi AI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat akses pendidikan digital bagi siswa Sekolah Rakyat melalui program Connect.in-Spirasi: Yogyakarta Chapter 2026. Bekerja sama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), Telkom menghadirkan pelatihan digital interaktif yang melibatkan 537 siswa dan 59 guru di Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Program yang berlangsung pada 22–23 Oktober 2026 tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom. Kegiatan ini mencakup pelatihan pemanfaatan teknologi digital bagi guru, pembelajaran STEM bagi siswa, pengenalan literasi digital, hingga pemberian bantuan sarana pendidikan.
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, pendidikan memiliki peran penting dalam membuka kesempatan bagi setiap anak untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu, pemanfaatan teknologi digital perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan pendampingan siswa.
Baca Juga
Telkom Perkuat Numerasi di 100 Sekolah Wilayah 3T, Siapkan Guru Hadapi Era Digital
Menurut dia, komitmen Telkom dalam mendukung pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan teknologi, tetapi juga dengan membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas kesempatan siswa mengenali potensi diri.
"Telkom berkomitmen untuk mendukung pendidikan bukan dari sekadar menghadirkan teknologi, tetapi juga ikut membuka jalan agar para guru dapat mengajar dengan lebih nyaman dan anak-anak memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengenali potensi dirinya," ujar Nanang.
Rangkaian Connect.in-Spirasi diawali dengan Training of Trainers (ToT) pada 22 Oktober 2026 yang diikuti 59 guru Sekolah Rakyat. Dalam pelatihan tersebut, para tenaga pendidik mendapatkan pengenalan dan demonstrasi pemanfaatan platform pembelajaran digital PIJAR serta materi penggunaan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar.
Pelatihan ini diharapkan membantu guru memanfaatkan teknologi dalam menyusun pengalaman belajar yang lebih inovatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Baca Juga
Selanjutnya, pada 23 Oktober 2026, program Telkom Mengajar menjangkau 537 siswa. Karyawan TelkomGroup turut berpartisipasi sebagai sukarelawan pendidikan dengan memberikan materi pembelajaran yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan.
Siswa SD hingga SMP mendapatkan materi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), sedangkan siswa SMA mengikuti sesi Digital Awareness.
Melalui metode pembelajaran interaktif, para siswa diajak mengenal sains dan teknologi, memahami penggunaan ruang digital secara bijak, serta mengembangkan rasa ingin tahu dan kreativitas.
Telkom Salurkan Bantuan Sarana Pendidikan
Selain pelatihan digital, TelkomGroup juga menghadirkan program Telkom Peduli melalui sesi inspirasi yang melibatkan sejumlah tokoh dari berbagai bidang, termasuk perwakilan Kementerian Sosial RI, BP Danantara, Jamdatun RI, praktisi, dan pimpinan perusahaan.
Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendengar pengalaman dan memperoleh perspektif baru mengenai masa depan, sekaligus memperluas wawasan dan meningkatkan kepercayaan diri dalam meraih cita-cita.
Dukungan terhadap lingkungan belajar juga diwujudkan melalui penyaluran berbagai bantuan pendidikan. Bantuan tersebut meliputi buku bacaan untuk perpustakaan, paket alat sekolah bagi siswa, perangkat penunjang pembelajaran bagi guru berupa hard disk dan flash disk, serta voucher Telkomsel untuk mendukung kebutuhan digital.
TelkomGroup juga menyediakan paket pembelajaran STEM, platform pendidikan digital PIJAR, dan konektivitas internet Indibiz untuk mendukung ekosistem pembelajaran di Sekolah Rakyat.
Tidak hanya berfokus pada pendidikan, Telkom turut memperkenalkan kepedulian lingkungan melalui pembagian goodie bag ramah lingkungan hasil pengolahan kembali material dalam program TESA Dropbox.
Material tersebut dikumpulkan dari lebih dari 21 titik kantor Telkom di berbagai wilayah Indonesia, kemudian diolah melalui proses upcycling. Inisiatif ini sekaligus memperkenalkan praktik pemanfaatan kembali material kepada para siswa.
Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI, Dr. Robben Rico, mengapresiasi kolaborasi Telkom dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Menurut dia, sinergi pemerintah dan BUMN memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan keterampilan.
Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan semangat Asta Cita, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, sains, teknologi, dan transformasi digital.
Melalui program Training of Trainers, Telkom Mengajar, dan Telkom Peduli, Telkom berupaya memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan berdaya. Inisiatif ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penguatan kompetensi, pemanfaatan teknologi digital, dan kolaborasi lintas sektor.
