Snowflake Kenalkan Teknologi AI untuk Kebut Transformasi Bisnis Korporasi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Snowflake memperkenalkan sejumlah inovasi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu perusahaan mempercepat penerapan teknologi tersebut dalam kegiatan bisnis. Lewat solusi terbaru ini, perusahaan asal AS itu ingin mendorong perusahaan beralih dari sekadar uji coba AI menuju pemanfaatan yang lebih luas dalam operasional sehari-hari.
Inovasi tersebut diumumkan dalam acara Snowflake Expedition 2026 di Jakarta, 4 November 2026. Teknologi yang diperkenalkan mencakup Business Ontology, Cortex AI Gateway, Snowflake CoCo, dan Snowflake CoWork.
Baca Juga
Snowflake Optimistis Bidik Potensi Bisnis Data dan AI di Indonesia
Executive Vice President of Product Snowflake, Christian Kleinerman mengatakan keberhasilan perusahaan dalam era AI tidak ditentukan oleh banyaknya agen AI yang digunakan. Menurutnya, kemampuan agen memahami kebutuhan bisnis dan mengakses data yang tepat menjadi faktor penting.
“Perusahaan yang keluar sebagai pemenang bukanlah yang memiliki agen terbanyak. Melainkan mereka yang agennya benar-benar memahami arti bisnis dengan mengakses data yang tepat, mematuhi tata kelola dan guardrails yang ditentukan, serta dapat mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang diambil oleh agen,” ujar Christian secara daring pada pekan lalu.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Business Ontology dalam Snowflake Horizon Catalog. Teknologi ini membantu agen AI memahami istilah dan definisi bisnis secara konsisten, sehingga tidak salah menafsirkan informasi seperti pendapatan bersih atau net revenue.
Snowflake juga menghadirkan Cortex AI Gateway untuk membantu perusahaan mengelola penggunaan agen AI, model, dan berbagai perangkat yang terhubung. Sistem ini menyediakan pengaturan keamanan, tata kelola, serta pengendalian biaya dalam satu pintu.
Sementara itu, Snowflake CoCo dan CoWork yang dirancang untuk membantu tim data maupun pekerja profesional menyelesaikan pekerjaan rutin dengan dukungan agen AI. Keduanya dapat bekerja di latar belakang dan menjalankan tugas secara mandiri, sekaligus meminta persetujuan ketika diperlukan keputusan manusia.
Kebutuhan terhadap teknologi tersebut tercermin dalam laporan MIT Technology Review yang disponsori Snowflake. Sebanyak 55% eksekutif menyebut kurangnya pemahaman konteks bisnis sebagai penyebab utama rendahnya kualitas hasil agen AI, sedangkan 45% menyoroti data yang terfragmentasi atau susah diakses.
Baca Juga
Gandeng Snowflake, Telkomsel Enterprise Perluas Bisnis Data di Indonesia
Sejumlah perusahaan global, termasuk Docusign, Pacific Life Insurance Company, Shelter Mutual Insurance Company, Telenav, dan United Rentals, telah memanfaatkan solusi Snowflake. Shelter Mutual Insurance Company, misalnya, telah memiliki delapan agen AI dalam tahap produksi untuk mendukung proses operasional dan pengambilan keputusan.
Wakil Presiden Data and Analytics Shelter Mutual Insurance Company Vibhor Gupta mengatakan, pemanfaatan Snowflake membantu perusahaan memperoleh wawasan secara lebih cepat.
“Kini kami memiliki akses ke insight real-time sesuai permintaan secara langsung dalam proses operasional kami,” katanya.
