Snowflake Optimistis Bidik Potensi Bisnis Data dan AI di Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Platform data dan kecerdasan buatan (AI), Snowflake melihat peluang bisnis besar di Indonesia. Peluang ini muncul seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap data dan AI berbasis cloud.
Meski enggan menyebut angka pasti, Managing Director ASEAN for Snowflake, Sachit Joglekar mengatakan besarnya kebutuhan perusahaan di Tanah Air. Dalam empat tahun terakhir, jumlah pelanggan Snowflake pun telah mencapai puluhan perusahaan.
“Sejak kami mulai empat tahun lalu, ketika hampir tidak memiliki pelanggan di Indonesia, kini kami memiliki puluhan pelanggan di berbagai industri,” kata Sachit di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu pasar Snowflake dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN. Perkembangan ini menunjukkan semakin beragamnya kebutuhan perusahaan dalam mengelola data dan mengembangkan AI.
Pada tahap awal, adopsi platform asal Amerika Serikat itu banyak berasal dari sektor manufaktur, pertambangan, pertanian, dan agritech. Kini, penggunaannya mulai meluas ke perusahaan teregulasi, termasuk yang berada di bawah pengawasan OJK dan regulator lainnya.
“Perbedaannya sekarang adalah semakin banyak industri teregulasi yang bermitra dan menggunakan Snowflake, termasuk untuk mengelola data paling sensitif mereka,” ujar Sachit.
Baca Juga
Gandeng Snowflake, Telkomsel Enterprise Perluas Bisnis Data di Indonesia
Peluang bisnis lainnya berasal dari meningkatnya kebutuhan terhadap data eksternal. Melalui Snowflake Marketplace, perusahaan dapat mengakses data pihak ketiga dan menggabungkannya dengan data internal.
Data tersebut dapat digunakan untuk analisis pasar maupun pengembangan AI. Salah satu pengembangan dilakukan bersama Telkomsel Enterprise melalui Big Data Telco Insight di Snowflake Marketplace.
“Kami sebelumnya telah bekerja sama dengan banyak perusahaan melalui Data Clean Room untuk memberikan wawasan yang aman dari data Telkomsel. Kini, kemitraan itu kami kembangkan melalui marketplace, sehingga wawasan big data Telkomsel tersedia di public marketplace,” jelas Sachit.
Sachit menyebut, ketersediaan data eksternal melalui cloud membantu perusahaan memperoleh wawasan pasar tanpa membangun seluruh infrastruktur data sendiri. Snowflake pun memiliki lebih dari 13.600 pelanggan secara global.
