Kawasan Industri Batang Dorong Ekonomi Hijau Lewat Pohon Aren
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, menanam 2.200 bibit pohon aren bersama PT Mitra Aren Indonesia di area reservoir pada akhir pekan lalu. Program ini diarahkan untuk mendukung konservasi air dan menjaga keseimbangan lingkungan di tengah pengembangan kawasan industri.
Penanaman tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk dewan komisaris PT Danareksa (Persero), kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, sekretaris daerah Kabupaten Batang, direktur Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), dan direktur PT Maju Indonesia Lestari Food (Milfood).
Baca Juga
Sebanyak 74,07% 'Tenant' KEK Batang Optimistis terhadap Prospek Bisnis
Direktur Utama KEK Industropolis Batang Marfan Trihartiko mengatakan pengembangan infrastruktur dan kegiatan ekonomi perlu berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.
“Keberhasilan pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi suatu kawasan industri harus berjalan selaras dengan keseimbangan lingkungan. Inisiatif penanaman pohon aren ini merupakan bagian komitmen berkesinambungan kami yang akan terus dijaga dan dikelola. Kami memastikan bahwa setiap tahap perkembangan industri yang terbangun di kawasan ini tidak akan pernah terlepas dari penyediaan ruang terbuka hijau dan prinsip keberlanjutan ekosistem,” tutur dia dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Pemilihan pohon aren atau arenga pinnata didasarkan pada potensinya dalam mendukung konservasi air dan menjaga struktur tanah. Sistem perakarannya membantu menahan tanah, mengurangi risiko erosi, dan mendukung penyerapan air ke dalam tanah. Penanaman di sekitar reservoir diharapkan dapat membantu menjaga kondisi lingkungan di area tersebut.
Program penanaman itu juga membawa potensi manfaat ekonomi karena pohon aren dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk. Selain menghasilkan nira yang dapat diolah menjadi gula, tanaman ini menghasilkan kolang-kaling dan ijuk. Aren juga berpotensi menjadi bahan baku bioetanol, bahan bakar yang diproduksi dari sumber hayati.
Direktur Utama PT Mitra Aren Indonesia Lety Jumiati mengatakan seluruh bagian pohon aren memiliki nilai guna yang dapat dikembangkan. Seluruh elemen pohon aren memiliki nilai guna yang sangat tinggi, termasuk potensinya sebagai bahan baku bioetanol untuk kemandirian energi. "Kami bertujuan memaksimalkan potensi komoditas ini di Indonesia melalui kolaborasi strategis antara pengusaha, BUMN, dan petani,” kata dia.
Baca Juga
Menko Airlangga: Investasi KEK Tembus Rp382,1 Triliun, Serap 302.000 Tenaga Kerja
Pengembangan aren juga membuka peluang bagi masyarakat di sekitar kawasan untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi berbasis pertanian. Melalui pendekatan agroforestri, yakni pengelolaan pohon dan tanaman produktif dalam satu bentang lahan, masyarakat dapat mengembangkan hasil tanaman tanpa harus menebang pohon yang sudah tumbuh.
Potensi tersebut sejalan dengan pandangan Komisaris PT Danareksa (Persero) Darmizal M.S. yang mendorong keterkaitan antara investasi lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan hasil aren secara berkelanjutan dapat membuka sumber pendapatan bagi petani sekaligus mendukung pemeliharaan vegetasi di sekitar kawasan industri.
