KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Model Kawasan Industri Hijau
Poin Penting
|
SEMARANG, investortrust.id – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang didorong untuk bertransformasi menjadi Eco Industrial Park (EIP) guna memperkuat daya saing investasi sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi Indonesia.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil rangkaian diskusi terpumpun, stakeholder engagement, dan field visit bertajuk “Diplomasi Dekarbonisasi yang Berdaya Ungkit: Merumuskan Strategi Kemitraan Transformatif di KEK Industropolis Batang” pada 6-7 Agustus 2026.
Transformasi menuju EIP dinilai penting karena pertumbuhan investasi di kawasan industri perlu diimbangi dengan pengendalian emisi dan penerapan prinsip keberlanjutan.
Jawa Tengah disebut menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, provinsi tersebut juga tercatat sebagai penyumbang emisi karbon terbesar kedua secara nasional setelah Jawa Barat.
Kondisi tersebut mendorong perlunya intervensi agar pertumbuhan berbasis investasi di kawasan industri tidak meningkatkan beban emisi karbon.
Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri Zelda Wulan Kartika mengatakan, pemerintah memiliki peran dalam membangun kemitraan internasional untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Kementerian Luar Negeri berperan sebagai fasilitator, katalisator, sekaligus problem solver dalam membangun kemitraan internasional. Ini semua untuk memperkuat ketahanan nasional yang adaptif atau dynamic resilience,” kata Zelda dikutip Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga
KEK Industropolis Batang Bukukan Investasi Rp 4,87 Triliun di 2025, dari Mana Saja?
Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri Muhammad Takdir mengatakan, penerapan prinsip ESG dan transisi menuju energi hijau menjadi faktor penting untuk mempertahankan daya saing Indonesia dalam rantai pasok global.
Menurut dia, persaingan untuk mendapatkan investasi global semakin ketat sehingga Indonesia perlu mempercepat pengembangan kawasan industri hijau.
“Indonesia punya dua pilihan: menawarkan diri sebagai destinasi investasi dengan menjadi bagian ESG atau kehilangan kesempatan terbaik karena tidak berada dalam ekosistem tersebut,” ujar Takdir.
Diarahkan Jadi Twin Park dengan Shenzhen
Konsep EIP di KEK Industropolis Batang juga diarahkan mengacu pada model kawasan industri hijau di Shenzhen, Tiongkok. Langkah tersebut sejalan dengan program Two Countries Twin Park (TCTP) antara Indonesia dan Tiongkok.
MoU TCTP telah ditandatangani di Batang pada 20 Maret 2025. Melalui skema tersebut, KEK Industropolis Batang diharapkan dapat berkembang sebagai kawasan industri hijau yang terintegrasi dengan ekosistem industri di Shenzhen.
Guru Besar Ekonomi Pertanian UNNES sekaligus perwakilan ISEI Semarang Prof. Dr. Sucihatiningsih DW Prajanti mengatakan, penerapan EIP membutuhkan kolaborasi antara akademisi, bisnis, dan pemerintah.
“Penerapan Eco Industrial Park ini akan terus menjadi perhatian khusus ISEI Semarang. Kami akan mengawal agenda ini agar benar-benar terwujud di Batang,” ujarnya.
Baca Juga
Resmikan KEK Industropolis Batang, Prabowo Komitmen Bangun Ekonomi Nasional
Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Mohammad Noor Nugroho juga menyatakan dukungan terhadap transformasi KEK Industropolis Batang menjadi EIP. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan agenda ekonomi hijau di Jawa Tengah.
Dalam kegiatan field visit, delegasi meninjau sejumlah fasilitas strategis KEK Industropolis Batang, mulai dari gedung pengelola, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), reservoir hingga jetty.
Delegasi juga berdialog dengan 14 perwakilan tenant kawasan, antara lain PT Yih Quan, PT Rumah Keramik Indonesia, PT KCC Glass, PT Wavin, dan PT Indoprowel untuk melihat kesiapan pelaku usaha dalam menerapkan praktik industri hijau.
Direktur Eksekutif Synergy Policies Dinna Prapto Raharja mengatakan, pengembangan EIP perlu menciptakan hubungan yang lebih produktif antara industri dan masyarakat sekitar.
“Forum ini menjadi bahan refleksi penting bagi kita semua untuk menyusun simbiosis antara industri dan masyarakat sekitar KEK Industropolis Batang, agar hubungan keduanya menjadi lebih produktif dan berkelanjutan,” katanya.
Hasil diskusi dan kunjungan lapangan tersebut selanjutnya menjadi masukan bagi Kementerian Luar Negeri dalam merumuskan strategi diplomasi dekarbonisasi dan kemitraan transformatif.
Strategi tersebut mencakup dukungan regulasi, pembiayaan, infrastruktur, kelembagaan, serta keterlibatan masyarakat dan lembaga pendidikan dalam membangun ekosistem EIP di KEK Industropolis Batang.

