ISF 2026 Hasilkan Peluang Investasi Rp 13 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 menghasilkan sejumlah kemitraan dan peluang investasi baru. Salah satunya, potensi investasi Rp 13 triliun di sektor kehutanan dalam lima tahun.
Forum yang berlangsung pada 6-7 Oktober 2026 di Jakarta itu melibatkan pemerintah, pelaku usaha, investor, dan mitra internasional. Kolaborasi mencakup sektor energi bersih, industri, kehutanan, kelautan, dan pembiayaan.
Ketua Panitia ISF 2026, Rachmat Kaimuddin menilai bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi berkelanjutan. Namun, potensi itu perlu didukung proyek yang siap didanai dan sumber daya manusia yang kompeten.
“Ada banyak pendanaan, minat, dan energi untuk mendorong keberlanjutan di Indonesia dan dunia,” ujar Rachmat dalam keterangan resmi, Kamis (15/10/2026). Ia menekankan pentingnya mengubah peluang tersebut menjadi proyek yang layak didanai.
Di sektor kehutanan, program multiusaha berkelanjutan mencakup lima lanskap percontohan dan 21 PBPH yang diidentifikasi untuk pengembangan. Program ini memiliki pipeline sekitar 128.000 hektare dengan peluang investasi hingga Rp13 triliun dalam lima tahun.
Di sektor energi, PT PLN (Persero) dan The Climate Group menjalin kerja sama untuk memperluas akses energi terbarukan bagi perusahaan. Inisiatif ini diharapkan menarik investasi hijau dan mendukung pengembangan 100 gigawatt kapasitas energi surya baru pada 2030.
Sementara itu, Rantai Tekstil Lestari dan Indonesia Business Council for Sustainable Development bekerja sama mendorong ekonomi sirkular di industri tekstil. Di sektor kelautan, Indonesia Seaweed Inc Country Platform diluncurkan untuk mengembangkan proyek rumput laut yang layak investasi.
ISF 2026 juga mencatat bergabungnya Asia Pulp & Paper Group dalam inisiatif energi terbarukan global RE100. Langkah ini menjadikannya perusahaan Indonesia pertama yang menjadi anggota inisiatif tersebut.
Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin, Shinta W. Kamdani, menekankan pentingnya tindak lanjut setelah forum berakhir. “Inilah kunci bagaimana kita dapat melibatkan lebih banyak mitra dari Indonesia maupun dunia untuk mendorong kemajuan keberlanjutan,” ujarnya.
Komitmen keberlanjutan juga diterapkan dalam penyelenggaraan ISF 2026 melalui pengimbangan emisi karbon. Bank Mandiri menyerahkan kredit karbon dari proyek panas bumi Lahendong Unit 5 dan 6 untuk mengimbangi emisi sebesar 209 ton CO2e.
