Paiton Energy dan POMI Salurkan Bantuan Akses Air Bersih Pascakarhutla Bromo
Poin Penting
|
PROBOLINGGO, Investortrust.id -- Aksi tanggap bencana terpadu kembali ditunjukkan oleh PT Paiton Energy dan PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI). Sebagai upaya memulihkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo, kedua perusahaan tersebut menyalurkan bantuan darurat serta membangun infrastruktur jangka panjang. Langkah cepat ini berhasil memulihkan akses air bersih bagi sekitar 830 warga di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Paiton Energy dan POMI memfokuskan aksi pemulihan pada tiga pilar utama, yakni penyaluran air bersih darurat, rekonstruksi jaringan pipa yang rusak, serta pelatihan mitigasi bencana hutan. Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan dalam mempercepat pemulihan pascabencana secara berkelanjutan.
Head of External Relations PT Paiton Energy, Bambang Jiwantoro, menegaskan bahwa perusahaan bergerak cepat sejak fase darurat hingga fase pemulihan. "Dampak Karhutla Bromo telah merusak infrastruktur vital warga. Kami hadir tidak hanya membawa bantuan logistik sesaat, melainkan solusi jangka panjang dengan membangun kembali jaringan distribusi air agar aktivitas ekonomi dan harian masyarakat segera pulih total," ujar Bambang dalam pernyataannya, Rabu (14/10/2026).
Rangkaian aksi tanggap darurat telah dimulai sejak 10 Agustus 2026. Saat itu, Paiton Energy dan POMI bersama Pemerintah Desa setempat mendistribusikan 6.000 liter air bersih untuk kebutuhan harian warga, serta mengirimkan 60 dus Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) guna mendukung operasional para relawan di lapangan.
Pemberian bantuan dilanjutkan ke fase pemulihan fisik pada 2 September 2026 melalui penyerahan 408 meter pipa air bersih di Kantor Desa Jetak. Bantuan infrastruktur pipa ini berfungsi menyambung kembali jalur distribusi yang meleleh dan rusak akibat terpaan api, sehingga pasokan air bersih menuju Desa Jetak dan Desa Ngadas dapat mengalir kembali.
Baca Juga
Momen penyerahan pipa tersebut disaksikan langsung oleh jajaran BPBD Kabupaten Probolinggo dan Pemerintah Kecamatan Sukapura. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarief, mengapresiasi dukungan Paiton Energy dan POMI dalam mengakselerasi pemulihan layanan dasar warga.
"Kami sangat bersyukur atas bantuan pipa untuk pemulihan jaringan air bersih ini. Air bersih sangat penting bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat kami yang terdampak Karhutla di Desa Jetak dan Desa Nogosari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Semoga dengan adanya bantuan ini akses air bersih dapat kembali pulih dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air," ungkap Oemar Sjarief.
Selain pemulihan fisik infrastruktur, penguatan kapasitas warga di wilayah rawan bencana turut menjadi prioritas. Pada 18 September 2026, Paiton Energy dan POMI menggelar pelatihan pertolongan pertama (First Aid) di Basecamp Pos Pantau RAPTOR. Pelatihan intensif ini diikuti oleh 30 perwakilan petani hutan Desa Selobanteng, Komunitas RAPTOR, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Binor. Para peserta dibekali keterampilan praktis seperti resusitasi jantung paru (CPR), penanganan patah tulang, hingga prosedur evakuasi korban gigitan ular.
Head of Human Capital, Facility, and Community PT POMI, Rochman Hidayat, menekankan pentingnya membangun ketangguhan masyarakat lokal. Sinergi multipihak yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat adalah kunci mitigasi bencana yang efektif.
"Melalui pembekalan keterampilan ini, kita membentuk jejaring respons cepat di garda terdepan kawasan hutan agar risiko serupa di masa depan dapat ditekan," jelas Rochman.
Hingga saat ini, proses koordinasi serta pemantauan pemasangan dan pemanfaatan pipa air bersih terus dilakukan berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Probolinggo, Pemerintah Kecamatan Sukapura, dan pemerintah desa setempat. Pemantauan berkala bertujuan untuk memastikan fungsi jaringan air berjalan optimal sebagai bagian dari evaluasi dampak program CSR berbasis sinergi multipihak yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media.
