Ilham Habibie: Ekonomi RI Harus Tumbuh Tinggi Sekaligus Tetap Hijau
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Presiden Komisioner Investortrust, Ilham Akbar Habibie menegaskan, Indonesia perlu mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Demikian disampaikan saat memberikan sambutan secara virtual dalam Seminar Nasional Green Economy 2045 yang diselenggarakan investortrust.id di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
"Kita perlu melihat bahwa tantangan Indonesia bukan memilih antara pertumbuhan ekonomi atau lingkungan. Tantangan kita adalah menemukan model pembangunan yang memungkinkan Indonesia terus mencapai pertumbuhan tinggi sekaligus menjaga keberlanjutan atau sustainability," kata Ilham.
Baca Juga
Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026
Menurut Ilham, Indonesia membutuhkan investasi, industri yang kompetitif, penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan produktivitas, serta inovasi. Namun, pembangunan pada saat yang sama harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
"Di sinilah ekonomi hijau dapat menjadi titik temu antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan," ujarnya.
Ilham menggarisbawahi, ekonomi hijau juga membuka ruang bagi inovasi teknologi, model bisnis, investasi, dan peluang ekonomi baru. Oleh karenanya, transisi menuju ekonomi hijau perlu dilihat sebagai kesempatan untuk meningkatkan daya saing Indonesia.
"Transformasi menuju ke ekonomi hijau ini dan yang lain, bukan lagi sekadar pilihan, tapi merupakan kebutuhan strategis dalam pembangunan kita di Indonesia," ucap Ilham.
Tanah Air, lanjut Ilham, memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat ekonomi hijau di dunia. Namun, potensi tersebut tidak akan dengan sendirinya berubah menjadi kekuatan ekonomi.
"Diperlukan kerja bersama dan kolaborasi lintas sektor agar potensi yang kita miliki dapat diterjemahkan menjadi investasi, inovasi, kegiatan usaha, lapangan pekerjaan, dan nilai tambah bagi masyarakat," lugasnya.
Baca Juga
Kutip BJ Habibie, Prabowo Tegaskan Indonesia Butuh Banyak Orang Pintar
Dikatakan Ilham, ekonomi hijau harus menjadi agenda bersama pemerintah, dunia usaha, investor, akademisi, dan masyarakat. "Masing-masing memiliki peran yang berbeda, tetapi tujuannya akhirnya harus sama: membangun ekonomi Indonesia yang produktif, kompetitif, inklusif, berkelanjutan, dan inovatif," imbuhnya.
Ilham menambahkan, relevansi ekonomi hijau juga berkaitan dengan target Indonesia Emas 2045. Menurut dia, pembangunan ekonomi tidak hanya perlu melihat seberapa besar ekonomi tumbuh, tetapi juga kualitas pertumbuhan tersebut.
"Kita tidak hanya berbicara tentang seberapa besar ekonomi tumbuh, tetapi juga tentang kualitas pertumbuhan tersebut, inklusif, berdaya saing, menciptakan nilai tambah, dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang," pungkasnya.
