Desa Patialo Kini Terang, Listrik PLN 24 Jam Masuk ke 108 Rumah
Poin Penting
|
MANDAILING NATAL, Investortrust.id - Desa Patialo di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, kini menikmati aliran listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) selama 24 jam setelah bertahun-tahun mengandalkan lampu teplok dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Akses listrik melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka ruang bagi 108 kepala keluarga untuk meningkatkan aktivitas pendidikan dan ekonomi.
Desa Patialo berada sekitar 7 kilometer dari jalan utama Kecamatan Kotanopan dengan kondisi geografis yang berbukit dan akses jalan yang terbatas. Sebelum listrik PLN masuk, warga mengandalkan penerangan sederhana untuk menjalankan aktivitas setelah malam tiba.
Kondisi tersebut turut dirasakan Asmaul Husna, warga asli Patialo yang berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Saat mempersiapkan pendidikan melalui pembelajaran daring, Husna menghadapi kendala pasokan listrik dan jaringan internet yang tidak stabil.
Baca Juga
El Nino Tekan PLTA, PLN Siapkan PLTS dan Baterai untuk Jaga Pasokan Listrik
"Dulu, kami belajar membaca dan berhitung menggunakan lampu teplok. Setelah ada listrik dari kincir air (PLTMH), kami mulai bisa memakai wifi, tapi jaringannya sering terputus-putus, apalagi saat saya harus belajar lewat Zoom," tutur Husna dikutip Selasa (29/9/2026).
Bagi Husna, keterbatasan listrik tidak hanya memengaruhi penerangan, tetapi juga kegiatan belajar yang membutuhkan perangkat elektronik dan koneksi internet. Kehadiran listrik yang lebih stabil membuat aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan kondisi yang berbeda dibanding sebelumnya.
Pengalaman serupa dialami Nurlina Lubis, guru ngaji di Desa Patialo. Sebelum listrik tersedia secara memadai, Nurlina menggunakan lampu pelita untuk mengajar anak-anak mengaji pada malam hari. "Dulu ngaji di sini pakai lampu teplok. Kalau mati lampu atau minyak tanah habis, anak-anak jadi tidak bisa mengaji lagi. Mereka sedih," ujar Nurlina.
Melalui program BPBL Kementerian ESDM, Desa Patialo kemudian mendapatkan akses listrik PLN secara penuh. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses kelistrikan ke wilayah yang sebelumnya belum menikmati layanan listrik secara memadai. Kehadiran listrik PLN juga dirasakan M. Jamil Lubis, pekebun kayu manis di Desa Patialo. Ia menyampaikan apresiasi atas masuknya jaringan listrik PLN ke wilayah tersebut.
"Sebagai warga Desa Patialo, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang telah membantu sehingga listrik PLN bisa masuk ke desa kami," ujar Jamil.
Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution mengatakan pasokan listrik yang stabil memberikan ruang bagi masyarakat untuk mulai merencanakan kegiatan ekonomi dan mengembangkan potensi desa.
"Pertama, tentu kami mengucapkan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah menginstruksikan kepada Kementerian ESDM untuk menghadirkan listrik seluruh Indonesia. Ini adalah program Pak Presiden yang langsung dijabarkan oleh Menteri ESDM, Pak Bahlil, beliau langsung merespon kegiatan ini dengan adanya listrik ini dan sudah menyala secara stabil, maka kehidupan masyarakat sudah bisa merencanakan kegiatan-kegiatan ekonomi," ungkap Saipullah.
Menurut Saipullah, masuknya listrik menjadi salah satu kebutuhan dasar yang mendukung aktivitas masyarakat. Dengan pasokan yang lebih stabil, warga dapat menjalankan kegiatan ekonomi maupun aktivitas lain yang sebelumnya terkendala penerangan.
PLN Hadapi Medan Berbukit
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan akses listrik memiliki peran dalam mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan hingga kegiatan ekonomi lokal.
"Kami percaya bahwa listrik merupakan fondasi pembangunan yang mampu membuka akses pendidikan, memperkuat layanan kesehatan, menggerakkan ekonomi lokal, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, PLN akan terus menjalankan amanah Pemerintah untuk menghadirkan listrik yang andal hingga ke pelosok negeri agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati manfaat pembangunan secara merata," tutur Darmawan.
Sementara itu, Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri mengatakan pembangunan jaringan listrik di Desa Patialo menghadapi tantangan geografis. Kondisi medan berbukit dan keterbatasan akses jalan membutuhkan perencanaan teknis serta penyesuaian dalam proses pembangunan jaringan.
Baca Juga
PLN EPI Dorong Bioenergi, Buka Peluang 150 Ribu Lapangan Kerja Hijau
"Membangun jaringan distribusi di wilayah seperti Desa Patialo adalah wujud komitmen PLN untuk hadir di tengah masyarakat. Medan berbukit dan akses jalan yang terbatas tidak menjadi penghalang, melainkan pendorong bagi seluruh personel PLN untuk memberikan upaya terbaik dan perencanaan teknis yang matang," ujar Arsyadany.
Arsyadany mengatakan PLN juga terus memperluas jaringan distribusi ke desa-desa yang belum menikmati akses listrik secara penuh. Upaya tersebut dilakukan sejalan dengan program pemerintah untuk memperluas pemerataan akses energi nasional.
"Kehadiran listrik di Desa Patialo bukan sekadar menerangi rumah warga, tetapi menghadirkan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk beraktivitas dan berkarya. Kami akan terus memperluas jangkauan jaringan distribusi ke wilayah-wilayah yang belum terlistriki, sehingga manfaat listrik dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat di seluruh pelosok negeri," pungkas Arsyadany
