Proyek SOLUSI Siapkan Investasi Hijau 2,8 Juta Euro hingga 2028
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Proyek SOLUSI menyiapkan investasi hijau senilai 2,8 juta euro hingga 2028. Investasi itu diarahkan untuk pengelolaan ekosistem darat dan laut di tiga provinsi percontohan.
Ketiga wilayah tersebut yakni Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah. Area implementasinya mencapai sekitar 28 ribu hektare.
Project Manager SOLUSI Yayasan KEHATI, Mohammad Korebima mengatakan, investasi mencakup perlindungan spesies endemik dan pengelolaan ekosistem. Program juga diarahkan untuk mendukung keberlanjutan di tingkat tapak.
“Pengelolaan darat dan laut terpadu membutuhkan sumber pembiayaan di luar anggaran pemerintah. Konsorsium ini mendorong peluang pendanaan non-APBN dan non-APBD melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga pembiayaan,” kata Korebima dalam SOLUSI Day di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Dalam forum tersebut, Konsorsium SOLUSI juga meluncurkan Strategi Nasional untuk Pendanaan Inovatif di Indonesia. Dokumen ini memuat skema pendanaan dari sektor publik, swasta, blended finance, dan instrumen pembiayaan lainnya.
Baca Juga
Pemerintah Siapkan Biodiversity Credit untuk Dongkrak Investasi Hijau
Skema tersebut disiapkan agar pengelolaan darat dan laut tetap berjalan setelah proyek berakhir. Country Director SNV Indonesia, Putra Agung mengatakan, keberlanjutan program perlu disiapkan sejak proyek berjalan.
“Sehingga setelah Proyek SOLUSI berakhir pada 2028, pengelolaan yang berkelanjutan ini tetap dapat dilanjutkan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim, baik di darat maupun laut,” tegas Putra.
Proyek SOLUSI merupakan kerja sama Kementerian PPN/Bappenas dengan Pemerintah Jerman melalui GIZ Indonesia & ASEAN. Proyek ini dijalankan Konsorsium SOLUSI yang terdiri dari Landscape Alliance, SNV, dan Yayasan KEHATI dengan pendanaan International Climate Initiative (IKI).
