PSN Gelontorkan Investasi Lebih Rp 23 Triliun, Siapkan Satelit Baru hingga 2028
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) telah menggelontorkan investasi lebih dari Rp 23 triliun untuk pengembangan satelit nasional. Investasi tersebut mencakup proyek Nusantara 1, Nusantara 3 atau SATRIA-1, dan Nusantara 5.
Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso mengatakan, khusus Nusantara 5 nilai investasinya mencapai sekitar Rp 8 triliun. Satelit tersebut kini telah resmi beroperasi penuh setelah izin operasi diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi).
“Ya, Nusantara 5 sekitar Rp 8 triliun. Total PSN kini mengelola kapasitas satelit sekitar 325 Gigabit per second (Gbps). Kapasitas tersebut mencakup layanan di Indonesia, Malaysia, dan Filipina," kata Adi di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Adi menyebut total kapasitas satelit nasional Indonesia saat ini mendekati 400 Gbps jika digabung dengan operator lain seperti Telkomsat dan BRI. Menurut dia, angka tersebut menjadi salah satu yang terbesar di Asia.
“Saya rasa tidak ada negara di Asia yang memiliki 400 Gbps untuk kapasitas nasionalnya ya,” ungkapnya.
Baca Juga
Satelit Nusantara Lima Dilirik Filipina dan Malaysia, PSN Klaim Terbesar di Asia
Selain memperkuat bisnis satelit komunikasi, PSN juga mulai masuk ke pengembangan satelit pengindraan optik. Proyek itu dikembangkan bersama BRIN untuk mendukung mitigasi bencana, ketahanan pangan, hingga pemantauan lingkungan.
Adi mengatakan proyek tersebut saat ini sudah memasuki tahap Engineering Model dan akan masuk Preliminary Design Review pada kuartal III-2026. PSN menargetkan satelit tersebut dapat diluncurkan pada akhir 2027 atau awal 2028.
“Kita harapkan kita bisa luncurkan akhir tahun depan atau awal 2028,” ujarnya.
Perusahaan juga membuka peluang memproduksi sebagian komponen satelit di dalam negeri. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat kemandirian industri antariksa nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

