Bagikan

Kurs Dolar AS Jadi Tantangan Industri Satelit, Bos PSN: Kami Sudah Tahan Banting!

Poin Penting

PSN menyebut tekanan kurs dolar AS masih membebani investasi satelit karena mayoritas perangkat masih impor.
Perusahaan mengembangkan antena Cerdiq buatan lokal sebagai strategi efisiensi biaya dan penguatan TKDN nasional.
PSN kini mengoperasikan tiga satelit aktif sambil menyiapkan proyek baru untuk pengindraan optik dan IoT.

JAKARTA, investortrust.id - PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) mengakui tekanan kurs dolar AS masih menjadi tantangan besar dalam pengembangan industri satelit nasional. Sebab, sebagian besar peralatan satelit masih bergantung pada impor.

Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso mengatakan, fluktuasi nilai tukar memberikan beban signifikan terhadap biaya investasi perusahaan. Namun, PSN menyebut mulai mengurangi ketergantungan impor dengan memperkuat produksi dalam negeri.

“Bebannya memang berat, karena banyak sekali peralatan impor ya. Namun, kami mulai mengembangkan perangkat lokal, seperti antena Cerdiq, ini produk yang dirancang dan diproduksi sepenuhnya di Indonesia," kata Adi di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Baca Juga

Satelit Nusantara Lima Dilirik Filipina dan Malaysia, PSN Klaim Terbesar di Asia

Ia menjelaskan antena satelit Cerdiq dikembangkan menggunakan desain lokal dan diproduksi oleh perusahaan nasional. Teknologi itu disebut mampu bersaing dengan produk global. “Seperti Antena Cerdiq itu 100% antenanya buatan kita, diproduksi di Indonesia oleh perusahaan Indonesia,” jelasnya kepada awak media.

Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso pada acara peresmian operasional Satelit Nusantara Lima di Jakarta, Senin (11/5/2026). Foto: Investortrust/Saliki Dwi Saputra

Di sisi lain, PSN menilai penguatan tingkat kandungan dalam negeri jadi strategi penting menghadapi tekanan kurs saat ini. Selain efisiensi biaya, langkah tersebut juga mendukung kemandirian teknologi Indonesia.

Baca Juga

Telkomsat Perkuat Pengelolaan Infrastruktur Satelit Berstandar Internasional

Adi mengatakan perusahaan sudah berpengalaman menghadapi gejolak nilai tukar sejak krisis ekonomi terdahulu. Untuk itu, perusahaan tetap optimistis mampu menjaga ekspansi bisnis di tengah tekanan global. “Kita sudah pernah lihat rupiah dari Rp 2.500 sampai macam-macam, sudah pada tahan banting,” ujarnya sambil tertawa.

Saat ini PSN mengoperasikan tiga satelit aktif, yakni Nusantara 1, Nusantara 3 (SATRIA-1), dan Nusantara 5. Perusahaan juga tengah menyiapkan proyek satelit baru untuk pengindraan optik dan layanan internet of things (IoT).

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024