Bos BEI Sebut Pasar Saham Indonesia Tahan Banting, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman mengatakan, bursa saham domestik memiliki resiliensi yang tinggi alias tahan banting.
“Buktinya, di tengah tekanan ekonomi global pada 2023, pasar saham di dalam negeri tumbuh positif,” kata Iman Rachman di main hall BEI, Jakarta, Rabu (13/3/2024).
Berdasarkan data BEI, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada 2023 menguat 6,16% ke level 7.272,79. Kinerja indeks saham tahun lalu lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2022, IHSG naik 4,09% ke posisi 6.850,61.
Baca Juga
IHSG Kembali Rekor di Atas 7.400, Saham SSIA dan NIKL Ceta ARA
Iman Rachman mengungkapkan, kinerja positif IHSG masih berlanjut ke tahun ini. Selama tahun berjalan (year to date/ytd), indeks tumbuh 2%. ”Minggu lalu, IHSG ditutup di level 7.371. Jadi, masih menguat dari tahun lalu,” tutur dia.
Dirut BEI menambahkan, hingga hari ini (Rabu, 13/3/2024), perusahaan tercatat di BEI berjumlah 921 perusahaan, bertambah 79 perusahaan dibanding tahun silam. Sedangkan selama tahun berjalan (ytd), jumlah perusahaan tercatat bertambah 19 perusahaan.
“Artinya kalau dalam sejarah BEI, tahun lalu adalah rekor terbesar perusahaan tercatat di Indonesia,” tegas dia.
Baca Juga
Menteri PPN Yakin Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2%, IHSG Capai 8.000 Tahun 2024
Secara global, kata Iman Rachman, bursa saham Indonesia berada di peringkat ke-6 berdasarkan jumlah perusahaan tercatat dan peringkat ke-9 berdasarkan nilai dana yang dihimpun.
“Dari sisi investor, di Kostodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tercatat 12,5 juta SID (single investor identification). Dari jumlah itu, jumlah investor saham telah mencapai 5,5 juta, di mana investor domestik sudah mendominasi,” papar Iman.

