PGE (PGEO) Raih Penghargaan HKAN 2026 Berkat Konservasi Elang Jawa
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE)) atau PGE, perusahaan energi panas bumi bagian dari Grup Pertamina, meraih penghargaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 bidang Konservasi Spesies dan Genetik atas upaya pelestarian Elang Jawa melalui Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK). Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kepada Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan peringatan HKAN menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati melalui pendekatan yang kreatif dan inovatif.
“Dengan HKAN ini mari tingkatkan komitmen kita untuk bekerja lebih keras lagi, menemukan cara-cara yang lebih kreatif, yang lebih inovatif dalam melindungi keanekaragaman hayati kita,” tutur Raja Juli dikutip Rabu (26/8/2026).
Baca Juga
PGE (PGEO) Kantongi Fasilitas US$ 75 Juta dari Bank Mizuho untuk Proyek Panas Bumi
Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas pendekatan perusahaan yang mengaitkan pengembangan energi panas bumi dengan perlindungan ekosistem.
“Penghargaan ini adalah pengakuan atas keyakinan yang kami pegang sejak awal: pengembangan energi panas bumi dan pelestarian alam adalah satu kesatuan. Panas bumi hanya lestari jika hutan dan ekosistem di sekitarnya terjaga, karena itu kepedulian lingkungan menjadi bagian dari cara PGE beroperasi setiap hari,” ujar Andi.
PKEK telah beroperasi sejak 2014 melalui kemitraan PGE dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA) Jawa Barat dan Raptor Indonesia. Fasilitas tersebut berfokus pada konservasi elang, khususnya Elang Jawa atau Nisaetus bartelsi. Elang Jawa merupakan satwa endemik Indonesia yang menjadi salah satu inspirasi lambang negara Garuda. Spesies tersebut berstatus endangered atau terancam punah dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Selama lebih dari satu dekade, PKEK telah menangani 392 ekor elang dan melepasliarkan 153 ekor ke habitat alaminya. Satwa yang ditangani berasal dari sejumlah kondisi, mulai hasil sitaan, serahan masyarakat, hingga elang yang menjadi korban konflik dengan manusia.
Untuk mendukung konservasi, PGE mengalokasikan sekitar 116 hektare kawasan di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kamojang untuk pelestarian Elang Jawa. Kawasan tersebut dilengkapi fasilitas karantina, observasi, rehabilitasi, dan kandang pelatihan terbang.
Fasilitas pelatihan tersebut digunakan untuk mempersiapkan elang sebelum kembali ke habitat alaminya. PKEK juga menjalankan program edukasi bagi pelajar dan masyarakat serta melibatkan warga sekitar dalam kegiatan konservasi, termasuk melalui penyediaan pakan elang oleh peternak lokal.
Upaya tersebut menghadapi tantangan biologis dan lingkungan. Elang Jawa memiliki tingkat reproduksi yang rendah, dengan sepasang burung umumnya hanya menghasilkan satu telur dalam setahun.
Ancaman terhadap populasi Elang Jawa juga datang dari perburuan liar, perdagangan ilegal yang diperkirakan mencapai 30-40 ekor per tahun, serta penyusutan habitat akibat perubahan fungsi lahan hutan. Proses rehabilitasi membutuhkan waktu dan pemantauan sebelum satwa dinilai siap kembali ke alam.
Andi mengatakan PGE telah mendampingi PKEK bersama BBKSDA Jawa Barat dan Raptor Indonesia selama lebih dari satu dekade, mulai dari proses penyelamatan dan rehabilitasi hingga pelepasliaran.
“Ini merupakan proses penyelamatan dan rehabilitasi, hingga menyaksikan elang-elang itu kembali terbang bebas di habitatnya. Ini adalah bukti bahwa industri energi dan industri alam dapat saling menghidupi,” ujar Andi.
Baca Juga
Keruk Laba US$ 79,6 Juta, Produksi Listrik Pertamina Geothermal (PGEO) Meroket 13,62%
Dia mengatakan penghargaan dari Kementerian Kehutanan akan menjadi amanah bagi perusahaan untuk melanjutkan serta memperluas dukungan terhadap konservasi Elang Jawa.
Selain penghargaan HKAN 2026, PGE juga mencatat sejumlah pengakuan atas kinerja lingkungan di wilayah operasionalnya. PGE Area Kamojang meraih PROPER Emas selama 15 kali berturut-turut, sedangkan PGE Area Ulubelu meraih penghargaan serupa selama 4 kali berturut-turut.
PROPER merupakan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup yang diberikan pemerintah untuk menilai kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial.
