PGE (PGEO) Raih Penghargaan Global atas Inovasi Digital Eksplorasi Panas Bumi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE, perusahaan panas bumi milik negara, mencatatkan pencapaian global dengan meraih Founder’s Honors dalam ajang Going Digital Awards 2025 yang diselenggarakan Bentley Systems. Penghargaan ini diberikan atas proyek Subsurface Analysis and Modeling Lumut Balai Unit 3 yang menghadirkan inovasi pemodelan bawah permukaan modern, terintegrasi, dan berbasis data.
Pengakuan internasional tersebut memperkuat posisi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk sebagai salah satu pelaku utama transformasi digital di sektor energi baru terbarukan.
Baca Juga
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Edwil Suzandi mengatakan penghargaan ini menjadi bukti kapabilitas perusahaan dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses eksplorasi panas bumi yang semakin kompleks. “Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya kami dalam mengembangkan pemodelan subsurface yang semakin akurat, terukur, dan terintegrasi,” ujar Edwil dikutip Jumat (1/5/2026).
Ia menambahkan pemanfaatan teknologi digital tidak hanya meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, tetapi membantu mengurangi risiko eksplorasi dan mempercepat pengembangan proyek panas bumi secara berkelanjutan. Pencapaian tersebut juga mempertegas peran PGE sebagai produsen panas bumi terkemuka dunia.
“Hal ini sekaligus menjadi wujud nyata peran PGE sebagai world leading geothermal producer. Ke depan, pencapaian ini akan menjadi semangat kami dalam mengoptimalkan pemanfaatan panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi,” katanya.
Prestasi ini bermula dari kompetisi pemodelan digital yang digelar pada Juli 2025. Dalam ajang tersebut, tim eksplorasi subsurface PGE mengajukan hasil pemodelan proyek Lumut Balai Unit 3 menggunakan perangkat lunak milik Bentley Systems. Hasilnya, proyek tersebut berhasil meraih Founder’s Honors yang diumumkan pada Oktober 2025 dalam forum Year in Infrastructure di Amsterdam, Belanda.
Melalui pendekatan geosains berbasis digital yang terintegrasi, PGE mampu meningkatkan kualitas analisis reservoir. Teknologi ini juga mempercepat proses pengambilan keputusan, mempercepat studi kelayakan, menurunkan risiko pengeboran secara signifikan, dan meningkatkan efisiensi biaya operasional. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan akurasi data pada tahap eksplorasi dan pengembangan lapangan panas bumi.
Baca Juga
Gelar RUPS, PGE (PGEO) Catat Produksi Listrik Tertinggi dan Rombak Direksi
Going Digital Awards merupakan kompetisi global tahunan yang diikuti ratusan proyek infrastruktur dari berbagai negara. Pada 2025, kompetisi ini diikuti hampir 250 nominasi dari 47 negara. Penilaian dilakukan panel juri independen, sementara Founder’s Honors hanya diberikan kepada sejumlah terbatas proyek yang dipilih langsung oleh para pendiri Bentley Systems sebagai karya paling inovatif dan berdampak secara global.
Proyek Subsurface Analysis and Modeling Lumut Balai Unit 3 merupakan bagian dari pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi Lumut Balai. Proyek ini ditargetkan beroperasi penuh pada 2030 dengan tambahan kapasitas sebesar 55 megawatt. Kapasitas tersebut diproyeksikan mampu memasok listrik bagi sekitar 60.000 rumah tangga, khususnya di wilayah terpencil.

