Panen Penghargaan, PGE (PGEO) Borong 8 Trofi ISRA 2025 Lewat Inovasi Hijau
YOGYAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE bagian dari subholding power & new renewable energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) berhasil meraih total 8 penghargaan bergengsi, termasuk penghargaan tertinggi predikat platinum pada kategori Sustainability Report dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2025 yang diselenggarakan di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Yogyakarta, belum lama ini.
"Raihan ini sebagai bukti komitmen PGE dalam mengomunikasikan kinerja dan dampak perusahaan terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, governance/ESG) yang menunjukkan kontribusi dalam mewujudkan masa depan berkelanjutan," kata Vice President Strategic Planning & Sustainability PGE Lia Ayu Paramita dalam keterangannya, Senin (14/7/2025).
Dalam ajang itu, PGE berhasil meraih berbagai penghargaan dalam kategori Economic Empowerment, di antaranya PGE Area Ulubelu meraih predikat platinum untuk program Geo Circle KUPS Margo Rukun Bestari, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk meraih predikat gold untuk program Rangers App, PGE Area Lahendong meraih predikat gold untuk program Pupuk Katrili, PGE Area Lumut Balai meraih predikat silver untuk program Ciclo Lab, serta PGE Area Kamojang meraih predikat silver untuk program Gemah Karsa
Baca Juga
Usai PLTP Lumut Balai Unit 2 Dioperasikan, PGEO Ungkap Penambahan Kapasitas Selanjutnya
"Selain penghargaan program, PGE juga mencatatkan prestasi sebagai Best Presenter in Conference untuk PGE Area Ulubelu dan PGE Area Lahendong," kata dia.
Dia menyampaikan bahwa keberlanjutan bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi sudah menjadi budaya di lingkungan PGE. Sustainability adalah culture perusahaan. Setiap proyek dan inisiatif bisnis harus mengutamakan aspek keberlanjutan.
"Mungkin bagi para pekerja terasa sulit di awal, tetapi ketika dijalankan dan dipahami, semua akan menyadari betapa pentingnya keberlanjutan bagi masa depan perusahaan dan bumi yang kita tinggali,” ujar dia.
Dengan total kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW dan kontribusi terhadap 70% kapasitas panas bumi nasional, PGE menunjukkan peran strategisnya dalam transisi energi dan pencapaian target net zero emission Indonesia 2060.
Melalui pendekatan ESG dan program-program sosial yang terintegrasi, PGE tak hanya fokus pada kinerja energi bersih, tetapi pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan penguatan nilai keberlanjutan dalam setiap lini bisnisnya.
Penganugerahan ISRA 2025 mengusung tema “Driving Impact, Building a Sustainable Future”, yang menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi lintas sektor dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Baca Juga
PLTP Gunung Tiga 55 MW milik PGE (PGEO) Jadi Bagian Proyek EBT yang Diresmikan Prabowo
ISRA 2025 menjadi bukti bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari sisi finansial, melainkan seberapa besar kontribusi dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi saat ini mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan kapasitas terpasang 1.932,5 MW, terbagi 727,5 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema kontrak operasi bersama.
Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 70% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 10 juta ton CO2 per tahun.

