Lautan Luas (LTLS) Ungkap ESG Bukan Beban, tapi Buka Peluang Tender Multinasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menegaskan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) tidak lagi dipandang sebagai beban kepatuhan, melainkan telah berkembang menjadi investasi strategis yang mampu memperkuat daya saing bisnis.
Perseroan mengungkapkan, pengelolaan ESG yang konsisten mulai memberikan manfaat nyata, salah satunya membuka peluang memenangkan tender dari perusahaan-perusahaan multinasional.
Baca Juga
Lautan Luas (LTLS) Genjot Transformasi Bisnis untuk Jaga Pertumbuhan Jangka Panjang
Head of Investor Relations, Corporate Communications & ESG Manager PT Lautan Luas Tbk Eurike Hadijaya mengatakan perusahaan telah mengintegrasikan ESG ke dalam strategi bisnis sejak lima tahun lalu. Langkah tersebut pada awalnya didorong oleh komitmen untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan mendukung upaya dekarbonisasi di Indonesia.
"Untuk Lautan Luas sendiri sebenarnya sudah lima tahun ini kami tidak pernah melihat ESG itu sebagai beban. Kami melihat ESG merupakan cara Lautan Luas untuk bisa memberikan kontribusi kembali ke Indonesia," ujar Eurike dalam temu media di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, berbagai inisiatif ESG yang dijalankan perusahaan memang berawal dari program-program berskala kecil. Namun, konsistensi pelaksanaan membuat berbagai inisiatif tersebut mampu memberikan dampak positif sekaligus memperkuat fondasi keberlanjutan perusahaan.
Eurike menjelaskan, manfaat ekonomi dari implementasi ESG mulai dirasakan secara nyata sejak tahun lalu. Pengelolaan ESG yang baik menghasilkan peringkat (ESG rating) yang memenuhi standar sejumlah pelanggan global, sehingga menjadi nilai tambah dalam proses pengadaan barang dan jasa.
"Pengelolaan ESG yang baik, yang kemudian diterjemahkan menjadi ESG rating dengan skor yang baik, membuat kami memiliki peluang untuk mengikuti tender-tender customer yang merupakan multinational company," katanya.
Dia mengungkapkan, sejumlah perusahaan multinasional kini menjadikan skor ESG sebagai salah satu persyaratan utama dalam proses pengadaan. Kondisi tersebut menjadikan implementasi ESG bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan faktor yang menentukan akses terhadap peluang bisnis baru.
"Ternyata tahun lalu ESG rating dengan minimum skor tertentu menjadi kewajiban dan syarat utama untuk mengikuti tender. Jadi ESG itu bukan beban, itu adalah investasi," beber Eurike.
Baca Juga
Gandeng Greenvolt, Lautan Luas (LTLS) Kembangkan PLTS 1,78 Juta kWh di 8 Fasilitas
Sebagai perusahaan kimia yang menyediakan bahan baku dan solusi terintegrasi, Lautan Luas terus memperkuat implementasi ESG di seluruh lini usahanya. Perseroan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham LTLS ini telah beroperasi sejak 1951 dan kini memiliki kegiatan usaha di lima negara.
Saat ini sekitar 90% pendapatan Lautan Luas masih berasal dari pasar Indonesia. Perseroan melayani lebih dari 2.000 pelanggan dari sektor manufaktur dan industri melalui tiga segmen bisnis utama, yakni distribusi, manufaktur, serta support services.
Perseroan menilai keberlanjutan akan semakin menjadi faktor penting dalam persaingan bisnis global. Karena itu, Lautan Luas berkomitmen terus memperkuat implementasi ESG sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
