Laba Lautan Luas (LTLS) Naik 56,4% Ditopang Pendapatan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Lautan Luas Tbk (LTLS), penyedia solusi dan bahan kimia terintegrasi yang telah beroperasi lebih dari 75 tahun, mencatat pendapatan konsolidasi Rp 5,11 triliun pada semester pertama 2026, naik 21,2% dibandingkan Rp 4,22 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut diikuti peningkatan profitabilitas, terutama pada kuartal II 2026, sehingga memperkuat kinerja perseroan di tengah dinamika pasar.
Sepanjang semester pertama 2026, Lautan Luas membukukan laba operasi Rp 348 miliar, meningkat 68,9% secara tahunan. EBITDA mencapai Rp 411 miliar, tumbuh 47,8%, sedangkan laba bersih tercatat Rp 124 miliar atau naik 56,4% dibandingkan semester pertama 2025.
Kinerja tersebut juga terlihat dari perbaikan gross margin atau margin laba kotor, yakni persentase pendapatan yang tersisa setelah dikurangi biaya pokok penjualan. Margin Lautan Luas meningkat menjadi 19,2% dari 15,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Lautan Luas (LTLS) Genjot Transformasi Bisnis untuk Jaga Pertumbuhan Jangka Panjang
Head of Investor Relations, Corporate Communications, and ESG PT Lautan Luas Tbk, Eurike Hadijaya, mengatakan kinerja semester pertama 2026 menunjukkan efektivitas strategi perseroan dalam menjaga pertumbuhan sekaligus memperbaiki profitabilitas.
"Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang kuat, kami juga berhasil memperbaiki margin, meningkatkan EBITDA, serta menjaga disiplin pengelolaan modal kerja di tengah dinamika pasar. Hal ini menunjukkan fundamental bisnis Perseroan yang semakin kuat," kata dia dikutip Kamis (30/7/2026).
Secara kuartalan, kinerja Lautan Luas menunjukkan akselerasi yang lebih kuat. Pendapatan pada kuartal II 2026 mencapai Rp 2,86 triliun, meningkat 27,0% dibandingkan Rp 2,25 triliun pada kuartal I 2026.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti lonjakan profitabilitas. EBITDA pada kuartal II 2026 mencapai Rp 271 miliar, melonjak 93,6% dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, laba bersih naik 135,1% menjadi Rp 87 miliar.
Peningkatan tersebut terutama didorong kenaikan volume penjualan sejumlah produk utama serta peningkatan harga jual. Segmen distribusi dan manufaktur menjadi salah satu penopang pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang periode tersebut.
Arus kas dari aktivitas operasi berbalik positif menjadi Rp 136,7 miliar. Perbaikan tersebut didukung oleh penguatan kinerja operasional serta pengelolaan modal kerja yang lebih baik. Total aset Lautan Luas meningkat menjadi Rp 7,65 triliun, terutama akibat kenaikan piutang usaha dan persediaan yang mengikuti pertumbuhan bisnis.
Baca Juga
Tata Kelola Lautan Luas (LTLS) Diakui ASEAN, Lampaui Rata-rata Emiten 'Big Cap' Indonesia
Perseroan tetap menjaga pengelolaan modal kerja secara disiplin. Strategi penempatan persediaan dilakukan untuk memastikan kesinambungan pasokan kepada pelanggan sekaligus mendukung kebutuhan bisnis yang meningkat.
Eurike mengatakan perseroan masih melihat peluang pertumbuhan melalui pengembangan portofolio dan penguatan hubungan bisnis di tengah perubahan kondisi pasar.
"Dengan fundamental bisnis yang semakin kuat, Lautan Luas akan terus mengoptimalkan peluang pertumbuhan melalui pengembangan portofolio bisnis, penguatan kemitraan dengan pelanggan dan prinsipal, serta penerapan strategi operasional yang adaptif. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Perseroan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup Eurike.
