Mantap! Investasi Hulu Migas Terus Meningkat
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah berupaya meningkatkan investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) untuk mengejar target produksi 2030. Berdasarkan data SKK Migas, dalam tiga tahun terakhir, nilai investasi di sektor hulu migas terus meningkat.
“Tahun ini, investasi di hulu migas ditargetkan mencapai US$15,5 miliar atau lebih tinggi 26% dibanding realisasi 2022. Target tersebut juga tercatat lebih tinggi dibanding pertumbuhan investasi global yang sebesar 6,5%. Meski iklim investasi terus membaik, Indonesia masih harus bersaing dengan negara-negara lain dalam menarik investor,” kata Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf pada konferensi pers road to The International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (ICIOG) 2023 di Jakarta, Rabu (13/9/2023).
ICIOG ke-4 akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali pada 20-22 September 2023 dan diharapkan bisa ikut mendorong peningkatan investasi di sektor hulu migas serta pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sementara pemerintah memasang target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas bumi 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030.
Baca Juga
Sejak dicanangkan dalam rencana dan strategi Indonesia Oil & Gas (IOG) 4.0 di tahun 2020, hingga 2030 secara rata-rata dibutuhkan investasi sebesar US$ 18 miliar per tahun. Realisasi investasi dalam 3 tahun terakhir yang terus meningkatkan menunjukkan, saat ini iklim investasi hulu mgias di Indonesia terus membaik, namun harus terus diperbaiki dan ditingkatkan karena saat ini Indonesia masih menempati peringkat 9 dari 14 negara di Asia Pasifik dari segi daya tarik investasi.
“Isu-isu yang masih menghambat upaya-upaya untuk meningkatkan daya tarik investasi di sektor hulu migas perlu segera dicarikan solusi. Peningkatan investasi akan mendorong kegiatan operasional hulu migas yang lebih masif, sehingga kegiatan seperti workover, well service, pemboran eksplorasi dan pemboran eksploitasi akan terus tertambah,” kata Nanang dikutip dari keterangan tertulis SKK Migas.
Nanang menyampaikan, saat ini target pemboran sumur pengembangan sebanyak 991 sumur dengan prognosa bisa diselesaikan 919 sumur. “Jika investasi terus meningkat, maka suatu saat pemboran sumur pengembangan bisa mencapai diatas 1.000 sumur, sehingga perlu disiapkan juga mengenai perizinan, lahan, lingkungan dan sosial masyarakat lainnya,” katanya.
