JAKARTA, investortrust.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengingatkan adanya risiko kecurangan dan korupsi dalam kegiatan industri hulu migas. Itu sebabnya, SKK Migas terus berupaya membangun tata kelola industri hulu migas yang bersih, transparan, dan akuntabel.
"Kami terus berupaya mendorong investasi untuk meningkatkan produksi migas, seraya terus membangun tata kelola industri hulu migas yang bersih, transparan, dan akuntabel," ujar Pengawas Internal SKK Migas, Eko Indra Heri dalam keterangan resmi yang diterima invetsortrust.id di Jakarta, Jumat (27/10/2023).
Baca Juga
Kejar TKDN dan Target Produksi 1 Juta Bph, SKK Migas Terapkan IOG e-Commerce
Eko menegaskan, pegawai dan tenaga alih daya (TAD) di lingkungan SKK Migas harus berintegritas tinggi karena adanya risiko kecurangan dan praktik korupsi dalam kegiatan industri hulu migas.
Karena alasan itu pula, menurut Eko, SKK Migas menggelar Pekan Integritas (Pentas) 2023 dengan tema Integritas untuk Percepatan Eksplorasi dan Peningkatan Produksi.
Pentas 2023, kata dia, dihelat sebagai bagian dari penyegaran kembali (refreshment) untuk mengingat arti pentingnya prinsip 4 No's (No Bribery, No Kickback, No Gift, No Luxurious Hospitality) dan core value SKK Migas, sekaligus untuk mencegah praktik korupsi.
Eko menjelaskan, Pentas SKK Migas 2023 selaras dengan Rencanadan Strategi (Renstra) Indonesia Oil & Gas (IOG) 4.0 guna mewujudkan produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 milliar standar kaki kubik gas per hari pada 2030.
Baca Juga
SKK Migas Targetkan Investasi Hulu Migas Tumbuh 4 Kali Lipat dari Global
Sementara itu, Koordinator Utama Konsultansi dan Manajemen Risiko SKK Migas, Arief Sukma Widjaja mengemukakan, kegiatan Pentas turut mendorong pengendalian gratifikasi, mengawal prinisp 4 No’s, dan memperkuat whistleblowing system dalam kegiatan investasi hulu migas.
"Membangun industri hulu migas yang berintegritas harus berjalan beriringan di SKK Migas dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS)," tandas dia.