SKK Migas Targetkan Investasi Hulu Migas Tumbuh 4 Kali Lipat dari Global
JAKARTA, investortrust.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan investasi hulu migas pada 2023 tumbuh empat kali lipat dari pertumbuhan investasi global.
“Tahun ini, investasi hulu migas ditargetkan mencapai US$ 15,5 miliar, naik 26% dibanding 2022. Target itu lebih tinggi dibanding pertumbuhan investasi global yang mencapai 6,5%,” kata Wakil Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf dalam keterangan resmi yang diterima investorturst.id di Jakarta, Kamis (14/09/2023).
Nanang mengakui, dalam tiga tahun terakhir, nilai investasi di sektor hulu migas terus naik. Meski iklim investasi terus membaik, Indonesia masih harus bersaing dengan negara-negara lain dalam menarik investor. “Hingga 2030, secara rata-rata dibutuhkan investasi US$ 18 miliar per tahun,” tutur dia.
Dia menambahkan, realisasi investasi dalam tiga tahun terakhir yang terus meningkat menunjukkan iklim investasi hulu migas Indonesia terus membaik. “Namun hal itu harus terus diperbaiki dan ditingkatkan karena Indonesia masih menempati peringkat ke-9 dari 14 negara di Asia Pasifik dari segi daya tarik investasi,” tegas dia.
Nanang mengungkapkan, isu-isu yang masih menghambat upaya peningkatan daya tarik investasi di sektor hulu migas perlu segera dicarikan solusinya. “Peningkatan investasi akan mendorong kegiatan operasional hulu migas yang lebih masif, sehingga kegiatan, seperti workover, well service, pengeboran eksplorasi dan pengeboran eksploitasi akan terus tertambah,” papar dia.
Baca Juga
Saat ini, menurut Nanang, target pengeboran sumur pengembangan mencapai 991 sumur dengan prognosa bisa diselesaikan 919 sumur. Jika investasi terus meningkat, pengeboran sumur pengembangan bisa di atas 1.000 sumur. “Jadi, perlu disiapkan juga perizinan, lahan, lingkungan, dan sosial masyarakat lainnya,” tandas dia.
Dia menegaskan, ke depan butuh penguatan iklim investasi yang lebih memberikan kepastian sehingga payung hukum dalam bentuk UU Migas sangat diperlukan. Juga industri hulu migas yang bisa berkontribusi terhadap pencapaian target Net Zero Emission (NZE).
“Mencari solusi seputar pelaksanaan kegiatan operasi yang rendah karbon harus dilakukan. Dengan begitu, industri hulu migas bisa turut berkontribusi dalam pencapaian target NZE,” tutur dia.
Solusi tersebut, kata Nanang, diharapkan sejalan dengan upaya meningkatkan produksi migas nasional demi tercapainya target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD).
“Selain itu, peluang-peluang terkait penerapan Carbon Capture Storage/Carbon Capture, Utilization and Storage (CCS/CCUS) di Indonesia turut dijajaki,” ujar dia.
Momentum Tingkatkan Produksi
Chairman of Organizing Committee The International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (ICIOG) 2023, Mohammad Kemal menambahkan, kondisi perekonomian dunia, trilema energi, tren investasi, serta peran gas sebagai energi transisi bisa menjadi momentum bagi industri hulu migas Indonesia untuk meningkatkan produksi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga
Kemal mengakui, target mencapai produksi migas pada 2030 tidaklah mudah. Butuh cara-cara yang tidak biasa, serta terus mendorong sinergi, kolaborasi, dan dukungan para pemangku kepentingan.
“Karena itu, SKK Migas menyelenggarakan ICIOG setiap tahun untuk mendapatkan dukungan dan masukan terkait dengan kondisi terkini di global, lokal, serta hal-hal lain yang mempengaruhi hulu migas,” papar dia.
SKK Migas bakal menghelat ICIOG ke-4 di Nusa Dua, Bali pada 20-22 September 2023. Ada empat konsep yang diangkat dalam ICIOG 2023, yakni Energy Security, Attracting Investment, Dynamic Market, serta Energy Transition.

