Digitalisasi Tol dalam Satu Genggaman, Perjalanan Lebih Praktis dan Terencana
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Perjalanan yang baik bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi bagaimana setiap langkah dijalani dengan tenang dan penuh makna. Pengalaman itu dirasakan Diyan, salah satu pengguna jalan tol yang mengaku lebih tenang, nyaman, dan siap selama perjalanan berkat penggunaan Travoy Apps dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR).
Kehadiran aplikasi besutan badan usaha milik negara (BUMN) jalan tol tersebut tidak hanya memudahka, tetapi membuat pengalaman perjalanan terasa lebih berkesan. Pasalnya, aplikasi Travoy menyediakan informasi lengkap, mulai kondisi lalu lintas hingga layanan pendukung, sehingga pengendara dapat merencanakan perjalanan dengan lebih matang.
Pengalaman itu semakin terasa saat Diyan melakukan perjalanan mudik dari Jakarta menuju Yogyakarta pada tahun ini. Dia mengaku baru mengetahui aplikasi tersebut, tetapi langsung merasakan manfaatnya, terutama dalam memantau kondisi jalan secara langsung.
“Di aplikasi itu ada fitur CCTV, jadi kita bisa mantau secara real time kondisi jalan, jalur mudik kita, apakah jalanan sedang lancar atau macet,” ujar Diyan kepada Investortrust, Rabu (25/3/2026).
Perjalanan Lebih Terencana
Dengan akses informasi itu, Diyan dapat menyesuaikan rute perjalanan sejak awal, sehingga potensi terjebak kemacetan dapat diminimalkan. Kemampuan untuk mengambil keputusan secara cepat ini menjadi salah satu keunggulan utama yang ia rasakan selama perjalanan.
Travoy Apps juga memungkinkan pengguna melakukan pengisian saldo uang elektronik secara langsung, sekaligus menyediakan akses layanan bantuan jika terjadi kendala di jalan. “Ada bisa buat top up kartu e-toll kita, bisa top up uang elektronik, terus ada juga buat pesan towing kalau misalkan ada apa-apa di jalan,” kata Diyan.
Kombinasi fitur tersebut memberikan rasa aman tambahan, terutama bagi pengguna jalan tol yang melakukan perjalanan jarak jauh dan berpotensi menghadapi situasi darurat.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Prediksi 1,28 Juta Kendaraan Keluar-Masuk Jabotabek saat Libur Isra Mikraj 2026
“(Aplikasi Travoy) Bantu banget, tahun ini saya ngerasa mudiknya jadi lebih mudah dengan aplikasi. Lebih terencana, kita juga enggak deg-degan sama macet, seperti mudik tahun-tahun sebelumnya,” kata Diyan.
Perputaran Ekonomi
Digitalisasi dan integrasi informasi dalam perjalanan sangat diperlukan terutama dalam momen krusial, seperti mudik Lebaran 2026. Apalagi Idulfitri selalu menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi nasional. Fenomena tahunan ini dinilai strategis karena bersifat massal, terjadwal, serta memiliki efek berganda (multiplier effect) yang mendorong berbagai sektor riil secara simultan.
Berdasarkan data historis, konsumsi rumah tangga pada periode mudik meningkat sebesar 15%–20%, dibandingkan bulan normal, seiring tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya kecepatan perputaran uang (velocity of money). Tingginya marginal propensity to consume (MPC) masyarakat Indonesia turut memperkuat dorongan konsumsi, termasuk peningkatan pendapatan pelaku UMKM daerah hingga 50%–70%.
Secara empiris, mudik Lebaran juga terbukti menjadi instrumen penguatan ekonomi yang konsisten dan terukur. Kajian Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023 mengungkap bahwa aktivitas mudik berkontribusi sekitar 1,5% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara tahunan (year on year/yoy), melalui redistribusi aliran uang dari pusat ekonomi ke berbagai wilayah.
Sementara dalam keterangan yang dipublikasikan, lembaga riset Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) memperkirakan potensi ekonomi mudik pada Lebaran 2026 mencapai Rp 347,67 triliun dalam skema moderat hingga Rp 417,20 triliun dalam skema optimistis.
Baca Juga
Ekosistem Digital Perjalanan
Sejalan dengan kebutuhan pengguna, PT Jasa Marga (Persero) menghadirkan Travoy Apps sebagai bagian dari transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan. Aplikasi ini dirancang sebagai asisten perjalanan yang menyediakan informasi terkini sekaligus fitur pendukung keselamatan.
Upaya tersebut juga selaras dengan upaya Jasa Marga yang menekankan pentingnya membangun ekosistem layanan perjalanan terintegrasi. Artinya, pelayanan tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengalaman pengguna secara menyeluruh.
Dalam konteks yang lebih luas, pentingnya infrastruktur juga pernah disampaikan oleh ekonom peraih Nobel 2008 asal AS Paul Krugman. Ia menilai bahwa infrastruktur yang baik menjadi fondasi utama aktivitas ekonomi, termasuk sistem informasi yang mampu meningkatkan efisiensi dan keselamatan.
Salah satu implementasi nyata dari konsep tersebut terlihat pada fitur perencanaan perjalanan di Travoy. Melalui fitur ini, pengguna dapat memasukkan titik asal dan tujuan, lalu aplikasi akan menampilkan estimasi tarif tol, gerbang yang dilalui, hingga perkiraan waktu tempuh.
Dengan demikian, pengguna tidak hanya dapat menghitung biaya perjalanan, tetapi juga mengatur waktu dengan lebih presisi sebelum berangkat.
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana menjelaskan, Travoy terintegrasi dengan berbagai sumber data, termasuk kerja sama dengan Google dan Korlantas Polri.
“Ditambah dengan data yang kami miliki, yang didapatkan dari lebih dari 3.500 CCTV, radar, serta beberapa teknologi informasi lainnya yang tentunya mendukung kebutuhan informasi masyarakat yang akan melakukan mudik melalui jalan tol,” ujar Lisye saat ditemui seusai Rapat Koordinasi Mudik Roundtable 2026 di kantor Google Indonesia, 12 Februari 2026.
Travoy juga menghadirkan layanan Travoy FM yang menyajikan informasi kondisi jalan secara langsung. Melalui layanan ini, pengguna dapat memantau kepadatan lalu lintas, rekayasa perjalanan, hingga kondisi ruas tol di berbagai wilayah.
Di sisi lain, kesiapan menghadapi kondisi darurat juga menjadi perhatian penting. Pengguna diimbau memahami prosedur darurat serta menyimpan nomor penting, termasuk call center 24 jam di 133 yang dapat diakses melalui aplikasi Travoy.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi ini sudah terpasang di genggaman.
“Mulai pantauan CCTV real-time, informasi rest area, tarif tol, hingga layanan derek dan bantuan, semuanya dapat diakses dengan mudah,” kata AHY saat mengudara di Studio Travoy FM di Jakarta Kamis (19/3/2026).
Hal tersebut menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Dalam satu genggaman, pengguna dapat merasakan perjalanan lebih nyaman. Integrasi informasi dan layanan dalam satu platform membuat setiap perjalanan menjadi lebih praktis tanpa harus berpindah-pindah sumber informasi.
Baca Juga
'Rest Area' Tol Cimanggis-Cibitung Hadir pada 2026, Jasa Marga Tertarik Kelola?
Bukan Rest Area Biasa
Di luar aspek digital, Jasa Marga juga terus memperkuat infrastruktur fisik sebagai fondasi layanan. Sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia, perusahaan ini menguasai sekitar 45% panjang jalan tol komersial yang telah beroperasi atau sekitar 1.286 km.
Dengan pengalaman lebih dari 46 tahun, Jasa Marga mengelola 36 konsesi jalan tol sepanjang 1.736 km yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Trans Jawa, Jakarta Outer Ring Road (JORR), hingga ruas di Sumatra dan Kalimantan.
Keberadaan jaringan ini didukung oleh lebih dari 63 rest area dengan fasilitas lengkap, mulai dari tempat istirahat, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), restoran, hingga musala dan area parkir luas.
Seiring perkembangan kendaraan listrik, Jasa Marga juga telah menyediakan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di 57 titik rest area, sehingga semakin mendukung kebutuhan mobilitas masa depan.
Perjalanan jarak jauh tidak lagi sekadar soal berpindah dari satu titik ke titik lain, tetapi juga tentang pengalaman selama di perjalanan, termasuk saat berhenti sejenak di rest area. Pengembangan kawasan terpadu Travoy Hub menjadi langkah lanjutan dalam menghadirkan konsep rest area modern. Kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai tempat istirahat, tetapi juga sebagai pusat aktivitas yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi.
Pgs Direktur Utama PT Jasamarga Related Business Hendra Gunawan menjelaskan, Travoy Hub menghadirkan konsep baru dalam pengelolaan rest area. Hadirnya Travoy Hub menjadikan rest area tidak lagi sekadar tempat istirahat tipe A, B, atau C.
“Travoy Hub menjadi rest area pertama yang langsung terkoneksi dengan berbagai moda transportasi, seperti LRT, Jaklingko, Transjakarta, dan ke depan akan terhubung dengan MRT,” ujar Hendra kepada wartawan yang dihadiri Investortrust di Travoy Hub Taman Mini, Kamis (25/9/2025).
Baca Juga
Jasa Marga Ubah Nomor Call Center Jadi 133, Mudahkan Pemudik Saat Darurat
Jasa Marga juga terus meningkatkan kualitas layanan melalui pengembangan Travoy Rest. Inisiatif ini diarahkan untuk menghadirkan pengalaman istirahat yang lebih nyaman sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan.
Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada fasilitas fisik, tetapi bagaimana pengguna merasakan kenyamanan secara menyeluruh. Jasa Marga menempatkan rest area sebagai bagian penting dari perjalanan, bukan sekadar titik singgah.
Sejalan dengan itu, peningkatan kualitas layanan Travoy Rest dilakukan dengan menitikberatkan pada kenyamanan pengguna. Lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan aman menjadi prioritas utama agar pengguna dapat beristirahat dengan tenang sebelum melanjutkan perjalanan.
Pendekatan ini kemudian diperkuat dengan komitmen keberlanjutan yang diwujudkan melalui penataan ruang terbuka hijau. Selain itu, pengelolaan lanskap dilakukan secara sistematis untuk menjaga estetika sekaligus fungsi lingkungan di sekitar rest area.
Baca Juga
Tidak berhenti di situ, Jasa Marga juga menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu di kawasan Travoy Rest untuk menciptakan lingkungan sehat dan bersih, sekaligus mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dari aktivitas pengguna jalan tol. "Rest area menjadi ruang yang lebih layak, tidak hanya untuk beristirahat, tetapi juga untuk menikmati suasana yang lebih tertata dan ramah lingkungan," kata Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono dalam sebuah kesempatan.
Integrasi antara infrastruktur fisik dan layanan digital ini pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi pengguna. Perjalanan tidak hanya menjadi lebih efisien, tetapi juga lebih aman dan nyaman. Dengan pendekatan tersebut, Travoy menjadi bagian penting dalam transformasi layanan Jasa Marga. Seperti peribahasa, “jalan yang terang akan membawa langkah yang tenang,” demikian pula perjalanan yang terencana akan menghadirkan rasa aman dan makna di setiap kilometer yang dilalui.

