Modeling Budi Daya KKP Dongkrak Pasokan Lobster Imlek 2026, Batam Jadi Pusat Produksi Premium
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Model pengembangan budi daya lobster yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menunjukkan hasil nyata. Produksi fasilitas modeling di Batam berkontribusi menyuplai kebutuhan lobster untuk perayaan Imlek 2026, sekaligus memperkuat pasokan komoditas laut bernilai tinggi di pasar domestik.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu menjelaskan produksi lobster di Balai Perikanan Budi Daya Laut Batam (BPBL Batam) berjalan konsisten. Proses budi daya dimulai dari pendederan benih bening lobster hingga pembesaran mencapai ukuran konsumsi di atas 50 gram per ekor.
Baca Juga
KKP Gagalkan Penyelundupan 52.000 Ekor Benih Lobster Senilai Rp 7,8 miliar
“Alhamdulillah saya mendengar langsung dari pembeli hasil budi daya di sini, bahwa hasil modeling terbukti produktif dan berperan dalam menyuplai kebutuhan lobster di Kota Batam, khususnya di Imlek,” ungkap pria yang akrab disapa Tebe itu dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).
Batam dipilih sebagai lokasi modeling karena daya dukung lingkungan yang optimal, serta integrasi penyediaan pakan melalui budi daya kekerangan yang turut memberdayakan masyarakat pesisir. Lobster sendiri termasuk komoditas perikanan unggulan ekspor yang trennya meningkat setiap tahun.
Pada 2023 nilai ekspor lobster mencapai US$ 23,93 juta dari produksi 1.144 ton. Kemudian pada 2024 meningkat menjadi US$ 67,83 juta dari produksi 2.120 ton.
Tebe menerangkan, pihaknya juga terus melakukan evaluasi di lapangan sebagai bahan penyempurnaan kebijakan, termasuk rencana perubahan Permen No. 7 Tahun 2024 tentang Tata Kelola Lobster, Kepiting, dan Rajungan. Harapannya, budi daya dalam negeri semakin masif, tertata, dan berkelanjutan.
Selain lobster, KKP juga meningkatkan produksi budi daya ikan laut, di antaranya bawal bintang dan kakap putih di BPBL Batam. Dua komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi dan peminatnya juga tinggi di pasar ekspor maupun domestik.
Baca Juga
Indonesia-Vietnam Perkuat Kerja Sama Budidaya Lobster, Tuna hingga Rumput Laut
“Penguatan budi daya bawal bintang dan kakap putih sejalan strategi ekonomi biru yang digagas Pak Menteri Sakti Wahyu Trenggono, yakni menjaga ekologi, meningkatkan nilai tambah ekonomi, dan mendorong inovasi teknologi. Budi daya laut harus menjadi salah satu penggerak produksi perikanan nasional,” tegas Tebe.
Kepala BPBL Batam, Ipong Adi Guna, menjelaskan modeling budi daya lobster dikelola di lahan seluas 3 hektare dengan 144 lubang karamba jaring apung (KJA), satu unit nursery, dan satu unit cold room. Teknologi pendederan mampu menghasilkan benih ukuran 5 gram dan pembesaran lobster dengan target produktivitas 40–50 kilogram per lubang KJA ukuran 3x3 meter.

