Jokowi Resmikan Modeling Budi Daya Nila Salin di Karawang
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan modeling budi daya ikan nila salin di Karawang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2024). Modeling budi daya ikan nila salin ini dikelola oleh Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budi Daya (BLUPPB).
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini saya resmikan modeling kawasan tambak budidaya ikan salin di Balai Layanan Usaha Produksi perikanan budidaya di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat," kata Jokowi dalam sambutan yang dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.
Baca Juga
Hari Ini, Jokowi Resmikan Modeling Budi Daya Ikan Nila Salin di Karawang
Jokowi menjelaskan, lahan yang menjadi modeling budi daya ikan nila ini sebelumnya merupakan tambak udang yang telah lama kosong. Terdapat 78.000 hektare tambak udang sepanjang pantai utara (Pantura) Pulau Jawa mulai dari Serang, Banten hingga Banyuwangi, Jawa Timur yang sudah lama tak dipergunakan. Budi daya di Karawang ini menjadi model untuk menangkap peluang permintaan pasar global terhadap ikan nila yang sangat besar.
"Tahun 2024 saja US$ 14,4 miliar, kurang lebih Rp 230-an triliun. Sangat gede sekali. Oleh sebab itu besarnya permintaan ini harus kita manfaatkan, tetapi juga jangan langsung membuat yang gede. Saya setuju dibuat model dulu. Ada modelingnya dulu," paparnya.
Berdasarkan siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), modeling budi daya ikan nila salin merupakan terobosan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang dibangun sejak 2023 dengan lahan seluas 80 hektare. Lahan tersebut awalnya merupakan tambak udang yang dibangun oleh Presiden ke-2 RI, Soeharto sejak 1984 silam dengan nama proyek pandu tambak inti rakyat dan berhenti pada 1998.
Baca Juga
Didukung Konsumsi dan Investasi, Jokowi Optimistis pada Perekonomian Indonesia
Sejak program tidak berjalan lahan, tambak udang tersebut terkontaminasi. Lahan tambak udang itu menjadi aset negara tanpa fungsi selama puluhan tahun.
Biaya investasi pembangunan fasilitas sarana prasarana modeling nila salin berbasis kawasan mencapai Rp 76 miliar. Produktivitas modeling diharapkan bisa mencapai sekitar 7.020 ton per siklus atau senilai Rp 210,6 miliar dengan asumsi harga jual ikan nila salin Rp 30.000 per kg. Dari asumsi hitungan ekonomi dengan harga pokok produksi Rp 24.500 per kg, modeling akan menghasilkan keuntungan sekitar Rp 38,6 miliar.

