KKP Bakal Bangun Modeling Budi Daya Udang Modern di Sumba Senilai Rp7,5 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membangun modeling budi daya udang modern yang terintegrasi hulu dan hilir. Pembangunan ini akan dilakukan di lahan kosong tak termanfaatkan di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur seluas 2.085 hektare.
Pembangunan budi daya udang ini dilakukan dengan kerja sama antara KKP dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur yang tertuang dalam perjanjian pinjam pakai barang milik daerah. Nota kesepakatan itu dilakukan antara Dirjen Perikanan Budi Daya Tb Haeru Rahayu dan Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing,
“Modeling budi daya udang terintegrasi akan kita bangun di Sumba Timur NTT guna menumbuhkan ekonomi dan terdistribusi ke wilayah Indonesia Timur, tidak hanya di Jawa saja,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Waktu Trenggono saat menyaksikan penandatangan perjanjian itu, Kamis (8/2/2024).
Baca Juga
Menteri Trenggono mengatakan, pembangunan modeling tambak udang modern dan ramah lingkungan tersebut akan bangun di lahan yang tidak termanfaatkan menjadi lahan yang produktif, guna meningkatkan produksi nasional dan penyerapan tenaga kerja, serta memberikan multiplier effect bagi masyarakat lokal.
“Saya mohon dukungan dari semua Kementerian/Lembaga, karena dengan akan hadirnya pertumbuhan ekonomi baru di sana dan menjelaskan manfaat dari program ini kepada masyarakat. Tentu akan membutuhkan perumahan, listrik, air bersih, pelabuhan dan sebagainya,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu menjelaskan pembangunan bahwa modeling tambak udang modern di Sumba Timur bakal dimulai pada 2024 hingga 2027, dengan anggaran mencapai US$500 juta atau setara Rp7,5 triliun.
“Modeling tambak udang ini dibangun dengan menerapkan Good Aquaculture Practices dari hulu sampai dengan hilir dalam satu pengelolaan, dimana pada setiap proses yang dilakukan akan menerapkan prinsip eco-efficiency," terang Haeru.
"Dan mengedepankan pelestarian sumberdaya alam, pengendalian dampak kerusakan lingkungan hidup, serta melibatkan masyarakat setempat sebagai aktor utama pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

