Sekjen ESDM Nilai Persaingan Baterai NMC dan LFP Bagus untuk Industri
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana menilai, persaingan produksi baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) dan NMC yang merupakan kombinasi Nikel, Mangan, dan Kobalt merupakan hal yang bagus untuk industri.
Sebagaimana diketahui, banyak kendaraan listrik yang menggunakan baterai berbasis LFP. Hal ini sempat menimbulkan kekhawatiran akan mengganggu program hilirisasi Indonesia dalam produksi baterai NMC. Namun, Dadan justru memandang positif persaingan ini.
“Ya kan bagus kalau ada dua pilihan. Kan kalau hanya ada satu pilihan kita dipaksa ke situ. Teknologi jalan terus. Jadi kita ikuti saja seperti itu. Sama saja dengan baterai ada dua pilihan, nanti juga transisi energi juga kita mau pakai baterai, mau pakai hidrogen,” kata Dadan Kusdiana saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (1/3/2024).
Baca Juga
Industri Nikel Dinilai Tetap Cerah, Pemerintah Dorong Produksi Baterai NMC
Terkait dengan penggunaan bahan baku nikel yang menjadi salah satu komponen pembuatan baterai NMC, Dadan menyebutkan bahwa hal itu sudah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No. 7 Tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral.
“Kan aturannya sudah ada kalau dari ESDM untuk pemanfaatan nikel, hilirisasi. Kan semua sudah ada. Begitu ke industri, ada wilayah di Kementerian ESDM karena terintegrasi, ada wilayahnya di Kementerian Perindustrian,” ujar Dadan.
Lebih lanjut Dadan menjelaskan mengenai penentuan harga nikel tidak bisa diputuskan oleh satu pihak saja. Menurutnya, harus ditinjau lewat mekanisme pasar, mengingat Indonesia bukan satu-satunya pemain dalam industri tersebut.
Baca Juga
Saat ini harga nikel berada di kisaran US$ 17.000 per metrik ton. Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves, Septian Hario Seto, menilai angka ini masih cukup baik.
Menurutnya yang terpenting adalah menentukan price equilibrium yang perlu dijaga sehingga bisa menguntungkan semua pihak, termasuk di antaranya bagi para produsen dan masyarakat.
“Dengan demikian penambangnya untung, smelter-nya untung, pabrik baterainya juga untung bisa jualan baterai dengan harga yang kompetitif, dan begitu juga dengan pabrikan EV-nya, mau menggunakan nikel base baterai dengan harga yang kompetitif. Akhirnya harga mobil EV-nya lebih murah dan lebih terjangkau untuk masyarakat. Dan akhirnya industri dalam negeri kita juga bisa tumbuh kompetitif,” ujar Septian.

