Menperin: Pertama Kali dalam 14 Tahun, Pertumbuhan Manufaktur Salip Pertumbuhan Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan capaian kinerja industri pengolahan nonmigas atau manufaktur pada kuartal III-2025 yang tumbuh sebesar 5,58%. Hal tersebut diungkapkannya saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Menurut Menperin Agus, pertumbuhan industri manufaktur lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama, yang sebesar 5,04%. Pertumbuhan ini merupakan kali pertama industri manufaktur salip pertumbuhan ekonomi dalam 14 tahun terakhir.
"Dan ini pertama kali dalam 14 tahun terakhir, di mana akhirnya pertumbuhan manufaktur bisa diatas pertumbuhan ekonomi nasional. Dan ini memang seharusnya seperti itu." ucap Menperin Agus di gedung Parlemen, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Politikus Partai Golkar ini berharap sektor manufaktur dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, dan bukan sebaliknya. Dengan begitu, menurutnya, industri pengolahan nonmigas tidak lagi hanya sekadar mengikuti laju pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga
Menperin Targetkan Investasi Rp 852,9 Triliun Ngalir ke Industri Manufaktur pada 2026
"Ini yang selalu kami upayakan. Bukan sebaliknya, selalu kami upayakan pertumbuhan manufaktur justru menarik pertumbuhan ekonomi. Bukan sebaliknya pertumbuhan ekonomi yang menarik pertumbuhan manufaktur," terangnya.
Menperin pun menjelaskan, kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga kuartal III-2025 tercatat sebesar 17,39% atau senilai Rp1.053,56 triliun. Sementara itu berdasarkan harga konstan, kontribusi IPNM (Industri pengolahan nonmigas) berada pada kisaran 18,70% atau senilai Rp644,17 triliun.
"Ekspor IPNM secara kumulatif dalam periode Januari sampai November 2025 tercatat sebesar US$ 205,93 miliar atau 80,27% dari total ekspor nasional," tambah Agus Gumiwang.

