Menperin Beri Alarm Industri Otomotif, Penjualan Mobil Malaysia Nyaris Salip Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan sinyal peringatan serius bagi industri otomotif nasional. Alarm tersebut menyusul laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang mencatat penjualan mobil di Malaysia pada 2024 hampir melampaui Indonesia, dengan realisasi mencapai 816.747 unit.
Meski demikian, Indonesia masih tercatat sebagai pasar otomotif terbesar di kawasan ASEAN pada 2024 dengan total penjualan 865.723 unit. Posisi berikutnya ditempati Malaysia, disusul Thailand, Filipina, Vietnam, dan Singapura.
Baca Juga
Daya Beli Melemah dan Kelas Menengah Menyusut Tekan Penjualan Mobil Nasional
“Saya mendengar laporan dari teman-teman Gaikindo bahwa penjualan otomotif di Malaysia itu mungkin sudah mendekati penjualan otomotif di Indonesia, kita bahkan mungkin juga sudah dilewati, dan ini merupakan sebuah alarm bagi kita, bagi Indonesia,” ujar Menperin Agus dalam acara pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Menperin menegaskan kondisi tersebut harus menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan industri otomotif untuk segera merumuskan langkah-langkah strategis. Tujuannya agar Indonesia dapat mempertahankan posisinya sebagai negara dengan penjualan otomotif tertinggi di ASEAN.
“Saya ingin mengajak para stakeholder untuk bersama-sama mencari dan merumuskan langkah-langkah yang tepat, melakukan mitigasi agar Indonesia bisa kembali menjadi negara dengan penjualan otomotif tertinggi di ASEAN,” tegasnya.
Baca Juga
Astra Kuasai 51% Pangsa Pasar Mobil Nasional, Penjualan 2025 Tembus 409 Ribu
Lebih lanjut, Menperin Agus juga menyoroti masih rendahnya tingkat kepemilikan kendaraan di Indonesia. Berdasarkan data Vehicles in Use 2024 dari International Organization of Motor Vehicle Manufacturers (OICA), Car Ownership Ratio (COR) Indonesia tercatat sebesar 99 kendaraan per 1.000 penduduk, meskipun Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara.
“Tapi kalau kita bicara soal Car Ownership Ratio yang masih rendah itu saya sangat melihatnya sebagai potensi yang sangat baik, sangat tinggi. Pertama karena populasi kita besar. 99 dari 1.000 di Indonesia itu berbeda dengan 99 dari 1.000 di Singapura atau Malaysia,” jelasnya.

