Jadi ‘Partner Country’ Innoprom 2026, Indonesia Akan Unjuk Daya Saing Industri di Pameran Bergengsi Rusia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia resmi menjadi negara mitra (partner country) perhelatan Industrial International Exhibition (Innoprom) 2026 yang akan digelar di Yekaterinburg, Rusia, pada 6–9 Juli 2026. Pameran internasional bergengsi ini menjadi momentum strategis untuk menunjukkan kemampuan, daya saing, serta kesiapan industri nasional di hadapan dunia.
Innoprom merupakan pameran industri yang menjadi etalase inovasi, teknologi, dan kerja sama industri global, serta mempertemukan pelaku industri, investor, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara. Sejak digelar pertama kali pada 2010, Innoprom dikenal sebagai pameran industri terbesar di Asia Tengah dan Eurasia, dengan melibatkan hampir 1.000 exhibitor dan menempati area seluas 50 ribu m2.
Hubungan kerja sama industri antara Indonesia dan Federasi Rusia telah terjalin kuat dan mencakup berbagai sektor strategis. Kerja sama tersebut meliputi industri pupuk, farmasi dan alat kesehatan, metalurgi, galangan kapal, industri krisotil, serta pengembangan industri halal.
Baca Juga
Menperin: Industri Tepung Tapioka Kuasai Pasar Domestik 79%, Tapi Masih Tergantung Impor Bahan Baku
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, partisipasi Indonesia sebagai partner country Innoprom 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat branding nasional sebagai negara industri yang kompetitif, inovatif, dan terbuka terhadap kolaborasi internasional.
“Partisipasi Indonesia sebagai partner country Innoprom 2026 merupakan momentum penting untuk menunjukkan kemampuan dan daya saing industri nasional di hadapan dunia.
Indonesia ingin hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai mitra strategis yang menampilkan komitmen terhadap inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan industri yang inklusif,” ucap Menperin dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).
Sebagai partner country, menurut Agus Gumiwang, Indonesia akan menampilkan produk manufaktur unggulan, potensi investasi, serta peluang kemitraan di berbagai sektor prioritas, sekaligus mempromosikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dan inovasi di kawasan.
Kehadiran Indonesia, kata dia, juga diarahkan untuk memperluas akses pasar nontradisional, khususnya ke Rusia dan negara-negara Commonwealth of Independent States (CIS).
“Innoprom menjadi platform strategis untuk memperluas akses pasar dan memperdalam kerja sama industri Indonesia dengan mitra internasional, khususnya Rusia dan kawasan Eurasia. Indonesia dapat memperkenalkan kapabilitas industrinya sekaligus membuka peluang investasi dan kemitraan yang saling menguntungkan,” jelas Menperin.
Menperin menambahkan, sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju Innoprom 2026, Kementerian Perindustrian dengan dukungan KBRI Moskow telah menyelenggarakan Indonesia–Russia Business Matching: Road to Innoprom 2026 di Moskow.
Baca Juga
BI Catat PMI Manufaktur Kuartal IV-2025 Masih Terjadi Ekspansi, 3 Subsektor Lapangan Usaha Kontraksi
“Kegiatan ini dimanfaatkan untuk mempercepat penyelesaian sejumlah nota kesepahaman strategis di bidang industri serta menyelaraskan agenda kerja sama antara pelaku industri Indonesia dan mitra Rusia,” ujar dia.
Dalam kerangka penguatan kerja sama bilateral, Kementerian Perindustrian RI bersama Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia telah menyepakati sejumlah nota kesepahaman (MoU) di sektor industri strategis.
MoU itu antara lain meliputi kerja sama di bidang galangan kapal dan penelitian ilmiah terkait keamanan penggunaan krisotil, serta kerja sama industri lainnya yang masih dalam tahap finalisasi.

