Bagikan

Trump 'Deal' dengan Venezuela, Harga Minyak Langsung Turun

Poin Penting

Brent turun 1,22% ke US$ 59,96 per barel, WTI merosot 2% ke US$ 55,99 per barel.
Trump menyebut AS akan menerima 30 juta hingga 50 juta barel minyak Venezuela yang dikenai sanksi.
Morgan Stanley memperkirakan surplus pasar minyak hingga 3 juta barel per hari pada paruh pertama 2026.

JAKARTA, Investortrust.id - Harga minyak melanjutkan penurunan pada Rabu (8/1/2026) seiring investor mencerna pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Washington telah mencapai kesepakatan untuk mengimpor minyak mentah Venezuela hingga US$ 2 miliar. Langkah ini diperkirakan menambah pasokan ke negara konsumen minyak terbesar di dunia dan menekan harga.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 74 sen atau 1,22% menjadi US$ 59,96 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) acuan Amerika Serikat melemah US$ 1,14 atau 2% ke US$ 55,99 per barel. Kedua indeks acuan tersebut telah turun lebih dari US$ 1 pada sesi perdagangan sebelumnya di tengah ekspektasi pasokan global yang melimpah tahun ini.

Sumber yang mengetahui pembahasan itu mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan antara Washington dan Caracas pada tahap awal kemungkinan mengharuskan pengalihan rute kargo yang sebelumnya ditujukan ke China. Venezuela memiliki jutaan barel minyak yang telah dimuat di kapal tanker dan tangki penyimpanan, tetapi tidak dapat dikirim sejak pertengahan Desember karena blokade ekspor yang diberlakukan oleh Trump.

Blokade tersebut merupakan bagian dari kampanye tekanan Amerika Serikat terhadap pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang memuncak pada penangkapan Maduro oleh pasukan Amerika Serikat pada akhir pekan lalu. Pejabat tinggi Venezuela menyebut penangkapan itu sebagai penculikan dan menuduh Washington berupaya mencuri cadangan minyak negara tersebut.

Baca Juga

Trump Sebut Venezuela Akan Serahkan Minyak hingga 50 Juta Barel ke AS

Venezuela akan “menyerahkan” antara 30 juta dan 50 juta barel “minyak yang dikenai sanksi” kepada Amerika Serikat, tulis Trump dalam unggahan media sosialnya pada Selasa (7/1/2026).

“Volume tersebut terbilang kecil dalam konteks yang lebih luas. Jika Anda melihat total SPR AS, jumlahnya sekarang adalah 413 juta barel. Jadi, jika dibandingkan dengan 30 atau 50 juta barel, volumenya tidak begitu signifikan.”” kata analis komoditas SEB Ole Hvalbye.

Selain risiko geopolitik, dua pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada Reuters bahwa Washington berupaya merebut kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela setelah pengejaran lebih dari dua minggu di Samudra Atlantik. Penyitaan tersebut berpotensi memicu ketegangan dengan Rusia dan terjadi setelah kapal tanker yang sebelumnya dikenal sebagai Bella-1 lolos dari “blokade” maritim Amerika Serikat terhadap kapal yang dikenai sanksi serta menolak upaya Penjaga Pantai Amerika Serikat untuk menaikinya.

Ilustrasi minyak. (Dok Pertamina)
Source: Dok Pertamina

Memberikan sedikit dukungan pada harga, stok minyak mentah Amerika Serikat turun 3,8 juta barel menjadi 419,1 juta barel pada pekan yang berakhir Jumat (2/1/2026), menurut Badan Informasi Energi atau Energy Information Administration (EIA). Angka ini berbanding terbalik dengan perkiraan analis yang memprediksi kenaikan 447.000 barel.

Namun, EIA juga melaporkan stok bensin Amerika Serikat meningkat 7,7 juta barel dalam sepekan, jauh di atas ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan 3,2 juta barel. Persediaan distilat, yang mencakup solar dan minyak pemanas, naik 5,6 juta barel dibandingkan perkiraan kenaikan 2,1 juta barel.

Baca Juga

Pertamina Temukan Sumur Baru di Adera Field dengan Potensi Aliran Minyak 3.442 BOPD

Analis Morgan Stanley memperkirakan pasar minyak dapat mencatat surplus hingga 3 juta barel per hari pada paruh pertama 2026, didorong pertumbuhan permintaan yang lemah sepanjang tahun lalu serta meningkatnya pasokan dari produsen Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan non-OPEC.

Meski demikian, analis BMI, unit riset dari Fitch Solutions, menilai prospek ekspor minyak Venezuela yang lebih tinggi dan murah berpotensi menahan ekspansi kapasitas produksi di Amerika Serikat dan wilayah lain dalam jangka menengah.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024