Trump dan Ursula von der Leyen Bertemu di Skotlandia, ‘Deal or No Deal’?
Poin Penting
|
EDINBURGH, investortrust.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang terus dibayangi pertanyaan soal hubungannya dengan ahli keuangan tercela dan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, tiba di Skotlandia pada Jumat (25/7/2025) untuk bermain golf dan menggelar pembicaraan bilateral yang berpotensi menghasilkan kesepakatan dagang dengan Uni Eropa.
Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia akan mengunjungi dua properti golf miliknya di Skotlandia dan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer serta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, yang ia sebut sebagai “wanita yang sangat dihormati.”
Baca Juga
Trump Bilang Peluang 50-50, Uni Eropa Siapkan Paket Retaliasi Setara US$ 109 Miliar
Di tengah sorak-sorai ratusan orang yang menyambut kedatangannya, Trump mengulangi komentar sebelumnya soal kemungkinan 50-50 tercapainya kesepakatan dengan UE, dan menambahkan bahwa jika kesepakatan itu terwujud, maka itu akan menjadi perjanjian dagang terbesar dalam masa pemerintahannya.
Namun, Trump menyebut masih ada “poin-poin alot” dalam pembicaraan dengan Brussel, “mungkin sekitar 20 hal.”
Trump menyatakan bahwa pertemuannya dengan Starmer akan lebih bersifat perayaan atas kesepakatan dagang yang telah dicapai, bukan lanjutan perundingan. “Ini kesepakatan yang hebat bagi kedua belah pihak,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Sabtu (26/7/2025).
Sebelum meninggalkan Washington, Trump mengatakan pemerintahannya bekerja keras untuk mencapai kesepakatan dagang dengan UE, dan Brussel juga ingin menyepakatinya. Von der Leyen kemudian mengonfirmasi bahwa ia akan bertemu Trump di Skotlandia pada Minggu.
Diplomat-diplomat UE mengatakan bahwa kesepakatan tersebut kemungkinan akan mencakup tarif 15% atas barang-barang dari UE, mencerminkan kerangka kesepakatan yang dicapai dengan Jepang pekan ini dan setengah dari tarif 30% yang diancamkan Trump untuk diberlakukan mulai 1 Agustus.
Trump berupaya mengubah ulang tatanan ekonomi global setelah memberlakukan tarif 10% atas hampir semua mitra dagang AS pada April lalu dan mengancam akan menaikkan tarif lebih tinggi untuk banyak negara dalam sepekan ke depan. Trump berpendapat bahwa kebijakan ini akan mengurangi defisit perdagangan AS dan meningkatkan penerimaan negara, namun para ekonom memperingatkan bahwa kebijakan tersebut bisa memicu inflasi.
“Jangan Bahas Trump”
Trump, yang tengah menghadapi krisis politik domestik terbesar pada masa jabatan keduanya, menyatakan frustrasi atas pertanyaan yang terus-menerus muncul tentang penanganan pemerintahannya terhadap dokumen investigasi terkait tuduhan kriminal Epstein dan kematiannya di penjara pada 2019.
“Kalian membuat ini seolah hal besar, padahal tidak,” kata Trump kepada wartawan di Skotlandia, sambil mendesak agar mereka fokus pada tokoh Amerika lainnya yang juga terkait dengan Epstein, termasuk mantan Presiden Bill Clinton.
“Bicaralah soal Clinton. Bicaralah soal mantan presiden Harvard. Bicaralah soal semua temannya. Bicaralah soal para manajer hedge fund yang sering bersamanya. Jangan bicara soal Trump,” ujarnya. “Yang seharusnya kalian bicarakan adalah bahwa kita baru saja melewati enam bulan terbaik dalam sejarah kepresidenan.”
Isu Epstein telah menyebabkan keretakan di kalangan pendukung loyalis Trump dari gerakan Make America Great Again. Sebagian besar warga Amerika—termasuk mayoritas dari Partai Republik pendukung Trump—percaya bahwa pemerintah menyembunyikan rincian kasus ini, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos.
Pejabat Gedung Putih berharap kontroversi ini mereda selama Trump berada di luar negeri, menurut dua sumber yang mengetahui masalah ini.
Pererat Hubungan
Trump akan menginap di propertinya di Turnberry, pesisir barat Skotlandia, selama akhir pekan ini, sebelum melanjutkan perjalanan ke Aberdeen pada Senin untuk meresmikan lapangan golf 18-hole kedua yang dinamai untuk menghormati ibunya, Mary Anne MacLeod. MacLeod lahir dan dibesarkan di salah satu pulau Skotlandia sebelum beremigrasi ke AS.
Sebelum berangkat dari Gedung Putih, Trump menyatakan antusiasmenya untuk bertemu Starmer dan Pemimpin Skotlandia John Swinney, yang sebelumnya secara terbuka mendukung kandidat Demokrat Kamala Harris dalam pemilihan presiden AS 2024.
Perjalanan ini menjadi kesempatan bagi Trump dan Starmer untuk mempererat hubungan mereka yang sudah hangat, dengan agenda utama mencakup upaya mengakhiri perang Rusia di Ukraina, menurut sumber Inggris dan AS.
Situasi yang memburuk di Gaza juga diperkirakan akan dibahas. Starmer pada Kamis mengatakan ia akan mengadakan panggilan darurat dengan Prancis dan Jerman terkait penderitaan dan kelaparan yang “tak terbayangkan dan tak dapat dibenarkan” di wilayah tersebut, dan mendesak Israel untuk mengizinkan bantuan masuk ke Gaza.
Otoritas kesehatan Gaza menyebut lebih dari 100 orang telah meninggal akibat kelaparan, sebagian besar dalam beberapa minggu terakhir. Kelompok hak asasi manusia menyatakan bahwa kelaparan massal kian menyebar, bahkan ketika berton-ton bantuan makanan dan pasokan lainnya tertahan di luar wilayah.
Sejak terpilih tahun lalu, Starmer memprioritaskan hubungan baik dengan Trump, menekankan pentingnya aliansi pertahanan dan keamanan antara Inggris dan AS, serta berhasil menandatangani kesepakatan pengurangan tarif pertama dengan AS pada Mei lalu.
Kesepakatan kerangka itu menegaskan kembali kuota dan tarif kendaraan Inggris serta menghapus tarif sektor dirgantara, namun masih mempertahankan tarif baja. Starmer diperkirakan akan mendorong pengurangan tarif baja, meski sumber dekat menyebut belum jelas apakah hal itu bisa dicapai dalam kunjungan Trump kali ini.
Trump menyebut Skotlandia sebagai tempat yang “sangat istimewa” dan melakukan kunjungan serupa pada 2016 saat kampanye presidennya. Namun, sambutan kali ini diperkirakan tidak akan hangat.
Sekitar 70% warga Skotlandia memiliki pandangan negatif terhadap Trump, sementara hanya 18% yang berpandangan positif, menurut jajak pendapat Ipsos pada Maret.
Polisi Skotlandia bersiap menghadapi demonstrasi pada Sabtu di Aberdeen dan Edinburgh, ibu kota negara tersebut.
Trump dijadwalkan kembali ke Inggris pada 17-19 September untuk kunjungan kenegaraan yang dijamu oleh Raja Charles. Kunjungan ini akan menjadikannya pemimpin dunia pertama dalam sejarah modern yang melakukan dua kunjungan kenegaraan ke Inggris. Mendiang Ratu Elizabeth pernah menjamunya di Istana Buckingham untuk kunjungan kenegaraan tiga hari pada Juni 2019.

