Ekonom Ungkap Jurus Ampuh Mendongkrak Inklusi Keuangan Syariah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ekonom Center for Sharia Economic Development (CSED) Indef, Handi Risza mengungkapkan cara ampuh mendongkrak inklusi keuangan syariah di Indonesia yang hingga kini masih rendah.
Tingkat inklusi keuangan syariah berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025 masih di kisaran 13,41%. Padahal, merujuk sumber yang sama, tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia sudah mencapai 43,42%.
Artinya, masih terdapat 30,01% orang yang memahami keuangan syariah namun belum memanfaatkannya secara nyata. Hal ini membuat tahun 2025 meninggalkan pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan.
Baca Juga
Resmi Beroperasi, BSN Siap Jadi Katalisator Industri Perbankan Syariah Nasional
“Ini menjadi bahan evaluasi. Kuncinya terletak pada peningkatan inklusi keuangan syariah. Perlu terobosan dan inovasi yang masif untuk mendekatkan informasi dan akses terhadap ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat hingga ke daerah-daerah,” papar Handi Risza dalam keterangan resmi, Sabtu (27/12/2025).
Pada saat bersamaan, Wakil Rektor Universitas Paramadina itu mengakui, proses transformasi ekonomi dan keuangan syariah terus bergulir dan berjalan cukup baik.
Dia mencontohkan, kehadiran PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebagai anak bank BUMN memiliki dukungan dari negara (sovereign backing) yang kuat, menjadikannya naik kelas menjadi pemain global.
“Kelahiran Bank Syariah Nasional (BSN) juga berpotensi memperbesar efek pengganda (multiplier effect) pembiayaan perumahan sebagai pengungkit utama pertumbuhan ekonomi,” ujar dia.
Handi Risza menjelaskan, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah juga semakin lengkap seiring berkembangnya lembaga keuangan sosial syariah (LKSI) yang bersumber dari zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL).
Baca Juga
Bank Mega Syariah dan BNI Salurkan Pembiayaan Sindikasi Rp 870 Miliar ke PT Pandega Citra Niaga
Kajian Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) pada 2025 menunjukkan, zakat mampu menjangkau kelompok pada kategori kemiskinan ekstrem. ”Hal ini menegaskan peran zakat sebagai instrumen social safety net yang efektif bagi masyarakat paling rentan,” tutur dia.
Selain itu, menurut Handi Risza, muncul instrumen wakaf, seperti Cash Waqf Link Sukuk (CWLS) dan Cash Waqf Link Deposito (CWLD) sebagai instrumen penting keuangan syariah. “Ini menunjukkan inovasi produk wakaf terus bergulir untuk membantu kehidupan sosial ekonomi masyarakat,” kata dia.

