Pemerintah Putar Otak Demi Suplai Makanan untuk Jamah Haji dan Umrah di Arab Saudi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menyebutkan, pemerintah tengah mengupayakan untuk mengatasi berbagai macam kendala atau hambatan agar makanan untuk jamaah haji dan umrah bisa disuplai dari Indonesia.
Beberapa hambatan yang dimaksud Menko Zulhas tersebut di antaranya adalah kelayakan maupun jenis makanan yang sesuai dengan standar pemerintah Arab untuk dapat dikonsumsi oleh jamaah haji dan umran asal Indonesia.
Maka dari itu, Ketua Umum PAN tersebut melalui kelompok kerja (Pokja) yang baru dibentuk, meminta agar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia berkoordinasi dengan badan atau lembaga serupa yang ada di Arab Saudi.
"Untuk segera berkomunikasi, menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan makanan, apakah siap saji, apakah fresh. Ada beberapa yang boleh, ada beberapa yang tidak boleh," ucap Zulhas saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Baca Juga
Pemerintah Ingin Pasok Makanan untuk Haji-Umrah, Incar Peluang Rp 60 Triliun Masuk ke RI
Menko Zulhas menerangkan, apabila pengiriman makanan ke Arab Saudi mengalami hambatan terkait perjanjian perdagangan, maka pemerintah Indonesia akan coba melobi melalui Uni Emirat Arab karena sudah memiliki perjanjian Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA)
"Kemudian yang kedua tadi itu, apakah mungkin kalau dengan Arab Saudi perjanjian belum selesai, kan kita sudah ada I-UAE CEPA, itu sudah bebas, kita tidak ada pajak, dari I-UAE nanti baru ke sana. Apakah bisa, nanti kita akan pelajari," terangnya.
Lebih lanjut, mantan Menteri Perdagangan (Mendag) ini mengatakan, jika makanan untuk jamaah haji dan umrah dapat dipasok dari Indonesia, maka akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat di Tanah Air.
"Sekarang sebagian besar itu disuplai oleh negara lain. Nah ini kita akan coba bagaimana agar kita bisa mensuplai. Kalau enggak bisa seluruhnya sebagian-sebagian karena sesuai kemampuan kita dulu. Kalau semua nanti bisa kita suplai makanan itu berarti kan manfaat akan menjadi bagian dari kita Indonesia," imbuh Zulhas.

