KKP Perkuat Sinergi Nasional Bangun Industri Budi Daya Kepiting Berkelanjutan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis untuk membangun industri budi daya kepiting berkelanjutan dan berorientasi ekspor. Salah satunya melalui Forum Ilmiah Kepiting Berkelanjutan yang mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah daerah dan pusat, asosiasi usaha, serta pelaku industri.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Makassar itu merumuskan langkah konkret memperkuat riset, hilirisasi inovasi, dan penguatan ekosistem bisnis budi daya kepiting nasional.
Baca Juga
Menko Zulhas Ajak Kadin Kembangkan Usaha di Sektor Pertanian hingga Perikanan
“Pembangunan industri kepiting tidak hanya bertujuan meningkatkan volume produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan sumber daya dan kelestarian lingkungan pesisir,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu (Tebe), Selasa (11/11/2025).
Tebe menjelaskan, seiring meningkatnya permintaan global terhadap rajungan dan kepiting, Indonesia menghadapi tantangan berupa potensi penangkapan berlebihan di alam. Untuk menjaga keberlanjutan sumber daya, KKP mendorong menggeliatkan budi daya kepiting berkelanjutan dan edukasi kepada masyarakat pesisir.
Data ekspor menunjukkan bahwa rajungan dan kepiting merupakan komoditas strategis. Pada 2024, keduanya tercatat sebagai komoditas ekspor perikanan terbesar keempat Indonesia setelah udang, tuna–cakalang–tongkol, dan cumi–sotong–gurita, dengan nilai mencapai US$ 513,35 juta atau sekitar 8,6% dari total ekspor perikanan Indonesia. Negara tujuan ekspor terbesar, meliputi China, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
“Peningkatan kebutuhan pasar ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat industri budi daya kepiting yang stabil dan berkelanjutan,” ujar Tebe.
Indonesia memiliki sejumlah sentra produksi budi daya kepiting yang potensial dan strategis. Kalimantan Timur tercatat sebagai wilayah dengan produksi tertinggi secara nasional dengan total produksi mencapai 9.801 ton, disusul Jawa Barat dengan produksi sebesar 3.007 ton, serta Sulawesi Selatan dengan produksi sebanyak 2.866 ton.
Baca Juga
YDBA Kembangkan Komoditas Mete, Vanili dan Kepiting di Manggarai Barat, NTT
Untuk memperkuat pengembangan sektor tersebut, KKP telah membangun modeling budi daya kepiting di Pasuruan, Jawa Timur, seluas 30 hektare yang dikelola oleh Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo. Kawasan ini dirancang sebagai model teknologi budi daya kepiting yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan efisiensi.
Dirjen Tebe menegaskan bahwa pencapaian target pengembangan industri budi daya kepiting berkelanjutan tersebut dapat diwujudkan melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. “Kolaborasi dan peran yang saling melengkapi tersebut merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan industri budi daya kepiting yang berkelanjutan, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tandas Tebe.

