Menteri KKP Trenggono Bidik Turkiye Investasi Budi Daya Tuna di RI
JAKARTA, Investortrust,id - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan bahwa produk perikanan Tanah Air amat diminati oleh pasar.Oleh karenanya, ia membuka peluang bagi investor untuk menanamkan modal di sektor kelautan dan perikanan.
Trenggono pun mengungkapkan kalau salah satu negara yang tengah dibidik untuk berinvestasi adalah Turkiye. Kali ini sektor yang didorongnya adalah budidaya ikan tuna.
"Contoh tuna farming itu salah satu yang kita tawarkan, dalam waktu dekat masuk dari Turkiye untuk investasi di Biak," ucapnya saat ditemui usai acara Indonesia Marine and Fisheries Business Forum 2024, di Jakarta, Senin (5/2/2024).
Baca Juga
KKP: Ada 5 Investor Vietnam Bakal Kerja Sama Budi Daya Lobster di RI
Kendati demikian, mantan wakil menteri pertahanan ini mengaku belum mengetahui berapa rencana nilai investasi tersebut. "Angka persisnya belum tahu saya," terang Trenggono.
Lebih lanjut, Trenggono mengatakan produksi ikan tuna di Tanah Air mencapai 334 ribu ton setiap tahun. Kendati demikian, langkah budi daya belum bisa diterapkan, padahal terdapat berbagai macam jenis ikan tuna yang hidup di perairan Indonesia.
"Tapi belum bisa budidaya, ini salah satunya kita undang dari Turkiye investasi di Indonesia. Karena kita bersyukur di Indonesia itu ada 3 jenis tuna, sirip biru, sirip kuning, dan mata besar," paparnya.
"Kita undang (Turkiye agar) bisa budi daya hasil penangkapan baby tuna yang kemudian dibesarkan. Ini untuk menjaga keberlangsungan sektor perikanan dan populasinya," tandas Trenggono.

