Pertamina Hulu Energi Sukses Raih Efisiensi US$ 699 Juta lewat Program Optimus
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mencatat capaian signifikan dalam efisiensi operasional melalui program Optimus, yang berhasil menciptakan nilai tambah dengan penghematan biaya sebesar US$ 699 juta (sekitar Rp 11,3 triliun) pada 2024. Inisiatif ini menjadi bukti komitmen PHE dalam menjaga kinerja hulu migas tetap efisien sekaligus menopang ketahanan energi nasional.
Baca Juga
Pertamina NRE Tegaskan Komitmen Perkuat Manajemen Risiko Energi Hijau
Pada 2025, program Optimus kembali menjadi prioritas utama. Hingga September 2025, perusahaan telah mengembangkan lebih dari 100 inisiatif cost optimization di seluruh Subholding Upstream dengan nilai verifikasi mencapai US$ 260 juta (sekitar Rp 4,2 triliun). Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga akhir tahun, seiring dengan perluasan implementasi program di berbagai wilayah operasi.
Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina Hermansyah Y Nasroen menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar efisiensi finansial, tetapi bagian dari transformasi budaya kerja. “Capaian cost optimization melalui program Optimus terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Harapannya, inisiatif ini dapat menjadi budaya dalam pengelolaan bisnis di lingkungan Subholding Upstream,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (29/10/2025).
Keberhasilan PHE dalam mencatat produksi migas sebesar 1,04 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD) menunjukkan efektivitas strategi efisiensi yang diterapkan. Capaian ini diraih di tengah tantangan berat seperti fluktuasi harga minyak dan gas, peningkatan biaya operasional, serta kewajiban non-anggaran yang berdampak langsung terhadap kinerja finansial perusahaan.
Untuk menjaga keekonomian proyek hulu migas, PHE menjalankan sinergi antar anak perusahaan dan memperkuat koordinasi lintas fungsi dalam perencanaan hingga eksekusi proyek. Pendekatan ini memungkinkan penghematan tanpa mengorbankan keselamatan kerja maupun target produksi.
Baca Juga
Pertamina Hidupkan Kembali Lahan Kering Boyolali Lewat PLTS, Pendapatan Petani Naik 40%
Program Optimus (Optimization Upstream) sendiri dirancang untuk menurunkan biaya produksi melalui inovasi teknologi, efisiensi rantai pasok, serta penerapan budaya sadar biaya di seluruh lini operasional. Tujuan akhirnya adalah menjaga profitabilitas perusahaan dengan tetap mempertahankan produktivitas dan standar keselamatan kerja yang tinggi.

