Investasi Rp 2 Triliun, Kemenperin Dukung Pabrik Serat Rayon Berkelanjutan Asal Austria
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian mendukung industri tektil dan produk tekstil (TPT) nasional yang meningkatkan investasinya untuk melakukan transformasi teknologi, khususnya dalam penerapan ekonomi sirkular dan industri hijau.
Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Taufiek Bawazier, mengatakan, tren pasar dunia saat ini sudah mengarah kepada green product.
Dukungan ditunjukan dengan menghadiri pelepasan ekspor perdana produk lenzing ecovero PT South Pacific Viscose (SPV) di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (21/9/2023).
Baca Juga
Jokowi: Pembangunan Istana Presiden di IKN Masih Sesuai Target
Lenzing ecovero merupakan serat viscose yang ramah lingkungan dengan mengikuti konsep sustainability karena berasal dari sumber alam yang terbarukan, less water impact, dan rendah emisi CO2.
Selain itu, secara proses dan manajemennya telah mendapatkan sertifikat EU Ecolabel yang diakui internasional.
Taufiek menegaskan, pihaknya juga akan terus mengoptimalkan penyerapan produk tersebut di pasar domestik. Upaya ini perlu didukung oleh seluruh pemangku kepentingan terkait, seperti kementerian dan lembaga serta asosiasi industri. “Jadi, pasar domestik ini memang harus diisi oleh industri dari dalam negeri,” tuturnya.
Guna mencapai sasaran itu, Kemenperin akan memperkuat regulasi dengan tujuan untuk memudahkan masuknya investasi dan mendukung transformasi teknologi serta transisi ke industri hijau.
Regulasi yang diatur mulai dari sektor hulu, antara, sampai hilir sehingga terintegrasi. Selanjutnya, Kemenperin mendorong sektor industri agar aktif menelurkan inovasi teknologi dan produknya.
Baca Juga
“Ini tentu akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, industri merupakan kontributor terbesar terhadap PDB nasional, termasuk sumbangsih pajaknya. Apalagi, selama 24 bulan ini PMI manufatur Indonesia tetap ekspansif, yang juga sejalan dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dirilis oleh Kemenperin,” paparnya.
Taufiek pun menyampaikan, iklim usaha di Indonesia tergolong kondusif, ditandai performa realisasi investasi pada semester I tahun 2023 yang menembus Rp678,7 triliun atau mencapai 48,5% dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp1.400 triliun. “Sebesar 39,8% persennya merupakan kontribusi dari sektor industri,” sebutnya.
Produsen Diapresiasi
Dalam hal ini, Kemenperin memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan oleh PT South Pacific Viscose sebagai produsen terbesar serat rayon di Indonesia yang telah menggelontorkan investasi senilai US$100 juta atau sekitar Rp2 triliun untuk melaksanakan upaya transformasi teknologi dengan tujuan melakukan diferensiasi produk dan implementasi sustanability melalui pengembangan lini produk rayon viscose yang lebih ramah lingkungan, yakni produk lenzing ecovero. Melalui penambahan investasi ini, total penyerapan tenaga kerjanya mencapai 1.500 orang.
“Peluncuran produk lenzing ecovero ini bisa menjadi contoh dan terobosan untuk perusahaan lainnya. Selain melakukan transformasi, juga turut meningkatkan penyerapan pasar internasional. Bahkan, termasuk menciptakan inovasi, karena inovasi merupakan kunci untuk lebih sukses dan berdaya saing,” papar Taufiek.
Lebin lanjut, produk lenzing ecovero juga membuka cakrawala dunia,sebagai produk dari Indonesia yang diminati pasar global. Selain itu, sebagai produk yang pertama di Asia Tenggara mendapatkan sertifikasi rayon EU Ecolabel karena berasal dari kayu dan pulp yang lestari, dan memenuhi standar lingkungan yang tinggi dengan 50% lebih rendah emisi CO2 dan water impact di sepanjang siklus hidupnya, dari pengambilan bahan baku, produksi dan distribusi hingga pembuangan.
“Ini menjadi value yang baik buat industri TPT nasional. Jadi, saat ini momentum untuk membalikkan tekanan dampak global, menjadi lebih optimistis. Kami berharap dengan dilakukannya investasi PT South Pacific Viscose serta peresmian lenzing ecovero ini menjadikan industri TPT nasional semakin berdaya saing dan menumbuhkan kemandirian bahan baku nasional,” imbuhnya.
