Manfaatkan Blokchain, Raksasa Serat Austria Lenzing Ekspansi Produk Keberlanjutan
JAKARTA, investortrust.id – Lenzing Group, produsen serat asal Austria, menerapkan teknologi terbaru dengan memanfaatkan blokchain sehingga jejak serat dapat dilacak untuk memastikan keberlanjutan produk.
"Dengan tenologi tersebut, konsumen dapat mengetahui asal-usul dan keberlanjutan produk yang akan digunakan," kata Marketing & Branding Manager Lenzing Group SEA and Oceania Margret Marito dalam keterangan persnya, Minggu (19/1/2025).
Saat ini, kata dia, Lenzing Ecovero yang terbuat dari kayu dan diproses secara bertanggung jawab, telah mengembangkan serat teknologi refibra, inovasi ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah tekstil hingga 20%.
Baca Juga
Melalui teknologi ini, serat yang dihasilkan tidak hanya lembut, tetapi mengurangi penggunaan bahan baku baru. "Proses produksinya lebih efisien dalam penggunaan air dan energi serta menghasilkan emisi karbon lebih rendah," kata dia.
Dia mengatakan, langkah ini merupakan tonggak penting perjalanan Lenzing menuju masa depan lebih hijau, termasuk di Indonesia
Lenzing Ecovero dapat digunakan dalam berbagai produk tekstil, mulai pakaian hingga produk tekstil rumah tangga.
Baca Juga
Lenzing Kucurkan Rp2 Triliun Kembangkan Serat Ramah Lingkungan
Lenzing Group sepanjang 2023 meraih pendapatan 2,52 miliar euro dengan kapasitas (serat) mencapai 1,110 juta ton. Adapun jumlah tenaga kerja mencapai 7.917 orang.
Di Indonesia, Lenzing Group memiliki pabrik serat di Purwakarta dengan tenaga kerja 1.500 karyawan melalui PT South Pacific Viscose (SPV). Kapasitas produksinya 300.000 ton serat viscose per tahun mencakup industri benang dan non-woven.
