Dorong Hilirisasi dan Ekspor, KEK Cetak Investasi Rp 294,4 Triliun
Poin Penting
|
SIMALUNGUN, investortrust.id - Pemerintah terus mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai motor penggerak hilirisasi, pemacu ekspor, dan penyedia lapangan kerja di daerah. Hingga semester I-2025, realisasi investasi di KEK mencapai Rp 294,4 triliun dengan penyerapan tenaga kerja 187 ribu orang.
Salah satu contoh keberhasilan program KEK yang digalakkan pemerintah adalah KEK Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Kawasan ini telah menyerap investasi senilai Rp 6,5 triliun dan mencatatkan ekspor senilai Rp 2,7 triliun hingga 2024.
Melalui proyek KernelMax, kawasan ini juga tengah memperluas kapasitas dengan tambahan investasi sekitar US$ 20 juta serta menyerap 9.600 tenaga kerja baru.
Baca Juga
Investasi KEK Naik 15,89% Jadi Rp 17,5 Triliun pada Kuartal I 2025
“Kami berharap perkembangan KEK dan investasi di Sumatera Utara dapat mendukung perekonomian daerah, yang pada akhirnya juga memperkuat target pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto di sela-sela kunjungan lapangan ke Sei Mangkei dan Pelabuhan Kuala Tanjung, Sabtu (20/9/2025).
Turut hadir dalam kunjungan lapangan ini antara lain Kepala Administrator KEK Sei Mangkei Elfi Haris, perwakilan Bea Cukai Sumut, PT KINRA, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dalam keterangan resminya, Haryo Limanseto mengungkapkan, kawasan Sei Mangkei difokuskan pada hilirisasi sawit yang memberi nilai tambah signifikan, baik bagi industri maupun masyarakat.
“Pencapaian ini sebagai bukti nyata bahwa keberadaan KEK mampu memberi manfaat langsung berupa penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan, dan penguatan daya saing daerah,” tegas dia.
Untuk memperkuat peran KEK, menurut Haryo, pemerintah juga menekankan pentingnya infrastruktur pendukung, dari ketersediaan energi, perumahan, hingga fasilitas akomodasi bagi pekerja. Ini penting agar aktivitas industri berjalan lancar dan berkesinambungan.
Baca Juga
Kolaborasi Hijau, Pertamina dan PTPN III Bangun PLTS 3 MW di KEK Sei Mangkei
Haryo Limanseto menambahkan, integrasi KEK Sei Mangkei dengan Pelabuhan Kuala Tanjung juga menjadi fokus utama. Pelabuhan internasional tersebut diproyeksikan sebagai simpul logistik yang memperlancar arus barang, menekan biaya logistik, dan membuka akses pasar global yang lebih luas bagi produk hilir Indonesia.
“Selain itu, sinergi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pengembangan kawasan,” tutur dia.
Melalui strategi ini, kata Haryo, KEK diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Kehadiran Sei Mangkei dan Kuala Tanjung sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, sembari menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, merata, dan berkelanjutan,” tandas dia.

