Kemenkomdigi: AI Talent Factory Siap Cetak 9 Juta Talenta Digital Baru
Poin Penting
|
MALANG, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mempercepat program pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang kecerdasan artifisial (AI) melalui AI Talent Factory. Program unggulan ini dirancang untuk melahirkan talenta digital yang tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu mengembangkan dan menerapkan teknologi AI di berbagai sektor strategis.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menekankan bahwa pemanfaatan AI dapat berkontribusi langsung pada penyelesaian persoalan bangsa. “Semua bisa mencoba mendalami case yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Misalnya untuk memecahkan masalah stunting, gizi, hingga mendorong ekonomi kerakyatan melalui koperasi,” ujar Nezar dalam keterangan resmi, Sabtu (20/9/2025).
Nezar mengungkapkan, Indonesia masih membutuhkan sekitar sembilan juta talenta digital baru untuk menghadapi era transformasi teknologi. Ia menegaskan generasi muda tidak boleh berhenti hanya sebagai pengguna, melainkan harus naik tingkat menjadi deployer dan developer
Baca Juga
Digistar Class Intern Batch 1 Sukses Cetak 230 Talenta Digital Masa Depan
“Kita butuh talent yang bisa masuk ke level pengembang agar Indonesia tidak hanya jadi pasar, tapi juga produsen teknologi,” tegasnya.
Mantan jurnalis senior itu menilai kekayaan bahasa dan budaya Indonesia menjadi peluang besar untuk mengembangkan aplikasi AI yang sesuai dengan kebutuhan lokal. “Akan sangat baik kalau kita, misalnya untuk generative AI atau Large Language Model, bisa buat sendiri dengan bahasa kita. Bahasa daerah kita kaya, keragaman budaya juga luar biasa. Itu kekuatan yang bisa kita bawa ke dunia AI,” jelas Nezar.
Di sisi lain, Kepala Badan Pengembangan SDM (BPSDM) Kemenkomdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menambahkan bahwa AI Talent Factory diarahkan untuk mencetak talenta tingkat lanjut (advance talent) yang mampu menghadirkan solusi nyata. “Indonesia harus menyiapkan SDM yang mumpuni, bukan sekadar pengguna, tetapi pencipta solusi berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan bangsa,” tutupnya.
Dengan strategi ini, Kemkomdigi berharap teknologi AI dapat diadopsi secara luas oleh masyarakat Indonesia dan dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai program prioritas nasional.

