Kemenkomdigi Gandeng Tony Blair Institute Percepat Program 9 Juta Talenta Digital
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) berkolaborasi dengan Tony Blair Institute (TBI) untuk mempercepat program strategis mewujudkan 9 juta talenta digital. Salah satu poin yang dibahas adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM).
"Sekali lagi transformasi digital yang tadi kita bahas bersama pak wamen cakupannya amat luas, termasuk pembangunan infrastruktur. Kemudian pembangunan manusianya, tadi seperti yang dikatakan SDM-nya,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Jakarta, Senin (21/4/2025).
Selain talenta digital, diskusi juga membahas pemanfaatan teknologi terkini, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang potensial mendukung berbagai sektor pelayanan publik.
Baca Juga
Menkomdigi Akui Indonesia Perlu Perkuat Infrastruktur dan Talenta Digital
Pertemuan ini juga menyinggung pentingnya mempercepat adopsi e-SIM yang terintegrasi dengan verifikasi biometrik dan data kependudukan. Teknologi ini diyakini akan memperkuat keamanan data dan mempercepat transformasi layanan publik di Indonesia.
Meutya menyebut, TBI memberikan dukungan terhadap kementeriannya, termasuk dalam mengidentifikasi area prioritas kerja sama konkret. "Dari berbagai concern atau isu tadi, mana yang akan kita prioritaskan untuk menjadi kerja sama kedua institusi,” tambahnya.
Salah satu layanan publik yang menjadi perhatian bersama adalah penyaluran bantuan sosial secara digital. Inisiatif ini dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi bansos. “Itu juga salah satu yang tadi kita pikirkan bersama dan kita diskusikan bersama,” tambah Meutya.
Meski begitu, pertemuan ini masih bersifat penjajakan awal. Kemenkomdigi dan TBI akan menggelar diskusi lanjutan untuk merumuskan bentuk kerjasama yang lebih konkret ke depannya.
Baca Juga
Cetak Talenta Digital, Kemenkomdigi Beri Pelatihan Coding untuk Siswa SD
"Kami dari TBI akan mendukung peran Kemenkomdigi dalam mempercepat layanan-layanan pemerintahan berbasis digital untuk kemudahan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Kami mendukung peran sentral dari Kemenkomdigi," ujar Indonesia Country Director for Tony Blair Institute for Global Change (TBI) Indonesia, Shuhaela Fabya Haqim.
TBI telah menjadi mitra strategis dengan Kemenkomdigi sejak 2024, termasuk dalam penyusunan rencana induk Pusat Data Nasional (PDN) dan strategi 5 tahun untuk Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika. Dalam struktur baru pasca-restrukturisasi, kerja sama ini diperluas mendukung empat pilar digital Kemenkomdigi: infrastruktur, pemerintahan digital, ekonomi digital, dan pengawasan ruang digital. (C-13)

