Kehadiran Starlink di Indonesia Jadi Sorotan Eks PM Inggris Tony Blair
JAKARTA, investortrust.id - Kehadiran layanan internet berbasis satelit Starlink di Indonesia mendapatkan perhatian dari banyak pihak, tak terkecuali eks Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair.
Dalam pertemuan Tony Blair dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi pada Jumat (19/4/2024), turut dibahas bagaimana sebaiknya langkah Pemerintah Indonesia untuk menyambut hadirnya Starlink.
Sebagai catatan, Tony Blair yang merupakan PM Inggris periode 1997-2007 bertemu dengan Menkominfo dan jajarannya. Tony Blair dalam hal ini selaku Founder dan Executive Director Tony Blair Institute for Global Change.
Organisasi nirlaba itu diketahui sudah mendapatkan tugas khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, khususnya dalam hal pengembangan kota pintar.
Budi Arie mengatakan, Tony Blair Institur for Global Change diminta untuk memberikan saran kepada Pemerintah Indonesia terkait hadirnya layanan internet berbasis satelit orbit rendah atau low orbit earth (LEO).
Baca Juga
Temui Menkominfo, Tony Blair Bahas Sejumlah Isu Termasuk Starlink
"Studi bersama dengan Tony Blair Institute for Global Change akan memberikan saran soal kehadiran Starlink di Indonesia," katanya ketika ditemui di Kantor Kementerian Kominfo, Jumat (19/4/2024).
Lebih lanjut, studi tersebut menurut Budi Arie akan menekankan pada regulasi untuk menjaga kedaulatan Indonesia. Apabila tidak diatur secara menyeluruh, kehadiran Starlink dapat mengancam kedaulatan negara, khususnya dalam hal keamanan dan pertahanan.
“Terkait Starlink, kami sampaikan soal kedaulatan data dan keamanan kita supaya kedaulatan kita mesti diperhatikan. Negara kita kan punya hak untuk mengatur kedaulatan data,” tegasnya.
Budi Arie menambahkan studi yang dilakukan oleh Tony Blair Institute for Global Change juga akan mempermudah implementasi konektivitas digital di IKN Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Seperti diketahui, IKN Nusantara dipilih menjadi lokasi uji coba sekaligus operasional pertama Starlink di Indonesia.
"Kami menyambut baik dukungan dari Tony Blair Institute for Global Change dalam pelaksanaan uji coba internet Starlink di IKN Nusantara. Tony Blair Institute for Global Change akan menyediakan sejumlah perangkat yang akan terpasang di berbagai titik lokasi," ujarnya.
Country Director Tony Blair Institute for Global Change Indonesia Shuhaela Haqim menyatakan dukungan penuh pihaknya untuk mengakselerasi transformasi digital di Indonesia dengan pembangunan infrastruktur digital yang berkelanjutan.
"Dukungan kami pada uji coba di IKN merupakan bagian dari komitmen kami yang lebih luas untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai bangsa digital yang maju," ungkapnya.
Shuhaela menjelaskan dukungan tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk menerapkan solusi teknologi yang inovatif. Ini bertujuan untuk memanfaatkan penuh potensi digital Indonesia dan mempromosikan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kunjungan selama dua hari di Jakarta, Tony Blair juga melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat. Selanjutnya, juga bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat.
Baca Juga
Mau Ujicoba di IKN, Pemerintah Pastikan Tak Ada Keistimewaan untuk Starlink
Tidak Terbatas Soal Starlink
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kominfo Nezar Patria mengatakan, studi yang dilakukan bersama Tony Blair Institute For Global Change akan melihat bagaimana kemampuan Starlink mengatasi masalah konektivitas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Namun studi tersebut menurutnya tidak hanya terbatas pada Starlink, tetapi juga teknologi lainnya. Upaya tersebut dilakukan untuk mendorong percepatan transformasi digital di Tanah Air.
“Studi dengan Tony Blair Institute for Change bukan hanya membahas Starlink, tetapi lebih pada konektivitas. Starlink hanya salah satu contoh konektivitas yang tadi kita diskusikan, apakah secara teknologi dia (Starlink, red) atau tidak untuk mengatasi masalah konektivitas di daerah 3T,” tuturnya.
Nezar menyebut, Starlink merupakan bagian dari tiga isu utama yang menjadi fokus Tony Blair Institute for Global Change, yakni pengembangan pusat data, konektivitas, dan identitas digital.
Isu tersebut akan ditelaah dengan studi kasus di sejumlah negara. Harapannya, transformasi digital di Indonesia bisa berjalan lebih cepat di berbagai sektor tanpa perlu memulai dari awal.
"Kita tinggal ikuti best practices di sejumlah tempat dan kita pelajari. Sehingga kita tidak perlu mengulang kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan dalam mentransformasi digital di negara lainnya. Kita tidak perlu mulai dari awal," ujar ia.

