Harga Melonjak hingga 55%, Penyaluran Jagung Pakan SPHP ke Peternak Baru 30.362 Ton
JAKARTA, Investortrust.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebutkan harga pakan ternak pada awal Januari ini melonjak hingga 55,33% dari harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan pemerintah (HAP) sebesar Rp 5.000, dan kini sudah mencapai Rp 7.766 per kilogram.
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto menyebutkan pihaknya melalui Perum Bulog ditugaskan untuk memenuhi stok cadangan jagung pakan sebanyak 250 ribu ton.
Kendati demikian, berdasarkan data yang dihimpun Bapanas hingga 4 Januari kemarin, jumlah penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak sebanyak 30.362 ton atau sekitar 16%.
Baca Juga
Pengembangan Beras Jagung yang Berpotensi Menyehatkan dan Memakmurkan Rakyat
"Jadi memang realisasi penyaluran ke tingkat peternak ini masih sangat kecil," ucap Andriko dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dengan Kemendagri, Senin (8/1/2024).
Maka dari itu, Bapanas berharap agar jajaran dinas provinsi dan Perum Bulog untuk memantau sasaran serta tonase penyaluran jagung SPHP dengan cermat dari 246 ribu ton jagung yang telah didatangkan alias impor.
Adapun, Andriko merincikan penyaluran jagung pakan ternak SPHP yang sudah tersalurkan di Jawa Timur baru terealisasi 17%, Daerah Istimewa Yogyakarta 50%, Jawa Tengah 22%, Jawa Barat 33%, Banten 15% dan Lampung 11%.
Baca Juga
"Jadi jagung dari Perum Bulog ini sangat ditunggu oleh peternak mandiri kita karena memang benar jagung di tingkat konsumen sudah di atas Rp 7.000, itu akan membuat kawan-kawan peternak mandiri akan kesulitan mendapatkan pakan terbaik untuk ternak mereka," terangnya.
"Sehingga inikita harapkan agar segera dilakukan percepatan penyaluran, persoalannya apa di dalam Bulog harap segera diselesaikan," tandas Andriko.

