PHK Tokopedia Buntut Merger dengan TikTok, Ekonom: Efisiensi dan Persaingan Jadi Pemicu
JAKARTA, investortrust.id - Pemutusan hubungan kerja (PHK) ratusan karyawan Tokopedia dinilai menjadi konsekuensi dari merger dengan TikTok. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyebutkan merger membuat tumpang tindih unit bisnis antara Tokopedia dan TikTok Shop.
“Kita tentu menyayangkan dan prihatin atas kejadian PHK terhadap ratusan karyawan Tokopedia. Kasus ini menambah daftar panjang PHK yang terjadi di Indonesia, khususnya di bidang ekonomi digital,” ujar Huda kepada investortrust.id, Selasa (26/8/2025).
Baca Juga
PHK Massal Tokopedia: TikTok Tegaskan Strategi Bisnis di Indonesia
Menurutnya, PHK pasca-merger hampir selalu terjadi, karena perusahaan harus menggabungkan unit bisnis dengan fungsi serupa. Sebelum bergabung, TikTok telah memiliki TikTok Shop yang perannya tumpang tindih dengan beberapa divisi Tokopedia.
Huda menambahkan, efisiensi sering menjadi motif utama merger atau akuisisi. “Salah satu motif perusahaan melakukan merger ya memang untuk efisiensi. Jadi, PHK ini sebenarnya sudah bisa diprediksi,” jelasnya.
Selain efisiensi, faktor persaingan juga memengaruhi strategi perusahaan. Pasar e-commerce saat ini semakin ketat dengan dua pemain dominan, yakni Shopee dan TikTok x Tokopedia, yang terus menggelontorkan dana promosi.
Baca Juga
Tokopedia dan TikTok Shop Siap Pungut Pajak Penjual, Siap Jalankan Aturan Baru Pemerintah
Huda menyebut, Shopee pada 2024 berhasil mencatat kenaikan tajam Gross Merchandise Value (GMV), sehingga menopang kinerja induk usaha SEA Limited. Kondisi ini memaksa TikTok x Tokopedia ikut agresif dalam strategi bakar uang demi merebut pangsa pasar.
Menurut Huda, strategi promosi besar-besaran membuat kebutuhan pendanaan semakin tinggi. Karena itu, efisiensi berupa PHK bisa berulang dan semakin masif jika tren bakar uang terus berlanjut.
“Kalau terus-terusan promosi agresif, kebutuhan dana perusahaan akan semakin tinggi. Itu tidak baik untuk keberlangsungan bisnis maupun ekonomi secara umum,” tegasnya.
Baca Juga
Sebelumnya, isu PHK Tokopedia ramai dibicarakan di media sosial. Sebanyak 420 karyawan dilaporkan terdampak dalam dua bulan terakhir, meliputi tim teknologi informasi, customer care, hingga fulfillment.
Sejauh ini TikTok Indonesia hanya menyebut langkah PHK sebagai bagian dari penyesuaian strategi bisnis. Perusahaan juga tidak merincikan jumlah dan divisi apa saja yang terdampak.

